GASTRITIS (SAKIT MAAG)

Pencegahan Gastritis

Salah satu bentuk pencegahan gastritis adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, untuk memperbaiki kondisi lambung. Mulai dengan mengatur pola makan yang teratur dengan mengontrol jadwal makan. Hal ini dilakukan agar lambung dapat menghalangi terjadinya kelebihan asam lambung yang akan menyebabkan dinding lambung mengalami iritasi.  Menghindari makanan berlemak tinggi seperti coklat dan keju yang menghambat pengosongan isi lambung juga dapat menjadi bentuk pencegahan gastritis, karena makanan tersebut dapat tinggal lebih lama di lambung, menghindari makanan yang memicu pembentukan gas berlebihan di lambung (seperti kol, kentang, semangka, dan lain-lain), menghindari makanan yang terlalu pedas, dan menghindari minuman alkohol atau berkafein. Hindari pula minuman bersoda karena selain menyebabkan asam lambung meningkat, minuman bersoda dapat menyebabkan terjadinya refluks (makanan yang naik kembali dari lambung ke kerongkongan).

Bentuk pencegahan gastritis lainnya adalah sebaiknya jangan hanya makan ketika sudah sangat lapar. Membiarkan lambung kosong akan membangkitkan asam lambung yang di produksi jadi berlebihan, asam lambung inilah yang akan merusak dinding lambung. Di antara waktu makan berat boleh mengkonsumsi camilan sebagai makanan selingan. Pilihlah kudapan sehat, seperti buah-buahan, agar-agar, atau kacang-kacangan. Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur, agar tidak mengalami acid reflux (asam lambung yang berbalik ke kerongkongan). Sebaiknya tunggu 2-3 jam sebelum berbaring. Pencegahan gastritis lainnya adalah seperti mengemil pada malam hari bukanlah ide yang baik. Hindari makan terlalu cepat, atau makan sesaat sebelum berolahraga, agar pencernaan tidak terganggu. Lebih baik makan makanan yang ukurannya lebih kecil dan makan sesering mungkin dengan porsi yang tidak banyak. Hal itu dapat dianjurkan kepada pasien yang memiliki keluhan cepat kenyang. Selain itu, mengunyahlah makanan secara perlahan dan menyeluruh.

Apabila harus minum obat, sampaikan pada dokter agar tidak meresepkan obat yang bersifat iritan pada lambung, seperti ibuprofen, aspirin dan ketoprofen. Ikuti rekomendasi dokter mengenai pengobatan dispepsia, apakah dengan menggunakan antasid, obat motilitas, PPI, atau penghambat histamin-2 reseptor.

Hindari merokok karena asam lambung bisa meningkat akibat merokok dan juga dapat menjadi penghambat kesembuhan luka yang ada di dalam lambung. Selain memperbaiki pola makan dan mengatur jenis makanan yang dimakan, tips mencegah dispepsia juga termasuk menerapkan gaya hidup sehat. Berhentilah merokok dan pertahankan berat badan ideal. Kelola stress psikologis, karena stress juga merupakan salah satu pemicu dispepsia. Dengan berolahraga secara teratur kurang lebih 30-60 menit per hari, dapat mengurangi stress dan mengontrol berat badan.  Olahraga yang dapat dilakukan seperti berjalan-jalan pada malam hari setelah makan. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan tekanan pada daerah perut sehingga mendorong perut yang pada akhirnya menyebabkan asam lambung kembali kerongkongan.

Bentuk pencegahan gastritis lainnya adalah kelola stress. Ciptakan suasana tenang pada waktu makan. Melatih teknik relaksasi seperti mengambil napas dalam, meditasi, atau yoga. Habiskan  waktu dengan mengerjakan sesuatu yang menyenangkan. Ciptakan pikiran yang positif dan menjauhkan stress dari pikiran.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...