EBOLA

Tanda & Gejala Ebola

Gejala Ebola pertama kali timbul setelah masa inkubasi, umumnya antara 4-10 hari setelah terpapar. Gejalanya diawali dengan sindrom seperti flu yang disertai dengan muntah dan diare. Komplikasi Ebola dan keluhan dapat berkembang cepat dan semakin berat ditandai dengan penurunan keadaan umum. Tahapan pada penyakit ini ditandai dengan potensi perdarahan dan kegagalan organ multipel. Berbagai macam keluhan dapat berasal dari gangguan pencernaan seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Gangguan neurologis dapat berupa nyeri kepala, kelemahan anggota tubuh, hingga penurunan kesadaran. Gangguan sistem pernapasan di antaranya batuk, pilek, atau sesak nafas. Jika kondisi pasien sudah berat, maka pasien dapat mengalami syok dan gangguan sistemik. Terlepas dari beragam keluhan yang ada, gejala yang paling sering timbul adalah demam yang diikuti dengan anoreksia, lemas, dan bercak kemerahan makulopapuler 5-7 hari setelah keluhan pertama timbul. Penyebab Ebola yang merupakan hasil penyebaran virus, maka harus diperhatikan lebih lanjut tentang pencegahan Ebola yang dapat dilakukan agar tidak terpapar virus tersebut.

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa pemeriksaan darah sebagai salah satu bentuk pengobatan Ebola. Pemeriksaan darah saat awal menunjukan penurunan jumlah sel darah putih, penurunan jumlah limfosit, dan peningkatan enzim fungsi hati. Seiring dengan perkembangan penyakit, pemeriksaan penunjang akan menunjukkan penurunan jumlah trombosit, pemanjangan waktu protombin, dan pemanjangan activated partial thromboplastin time (APTT). Kegagalan organ multipel akibat disseminated intravascular coagulation (DIC) yang ditandai dengan peningkatan produk degadrasi fibrin dan pemanjangan waktu pembekuan menunjukan konsumsi faktor-faktor pembekuan. Kasus mematikan Ebola timbul pada hari ke 6-16 semenjak keluhan Ebola pertama kali dijumpai. Penyebab kematian dapat berupa syok, pendarahan, atau kegagalan organ multipel. Jika penderita dapat bertahan dan pulih, maka gejala Ebola akan berubah, serta manifestasi klinis akan berkurang dan respons antibodi berkembang. Pada kasus Ebola fatal yang berujung kematian, tidak ditemukan respons antibodi. Beberapa literatur menunjukan bahwa pasien yang dapat bertahan dari virus ini dapat menderita gejala Ebola seperti hepatitis berulang, mielitis, kebotakan, hingga psikosis dan uveitis.

Diagnosis

Penegakan diagnosis Ebola cukup sulit karena gejala awal dari infeksi Ebola tidak spesifik, yakni demam. Demam dapat terjadi pada infeksi selain Ebola, seperti malaria dan demam tifoid. Diagnosis Ebola ditegakkan dengan pemeriksaan genom virus menggunakan uji reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Virus Ebola pada umumnya dapat terdeteksi 48 jam baik setelah infeksi kasus yang mematikan maupun yang tidak mematikan. Hasil negatif pada 48 jam pertama tidak memastikan bahwa pasien tersebut tidak menderita Ebola. Karena perjalanan penyakit dan kegawatan yang ditimbulkan, pemeriksaan serologi tidak dianjurkan dalam diagnosis Ebola. Pemeriksaan serologi hanya digunakan untuk kepentingan epidemiologi dan surveilans.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...