EBOLA

Penyebab Ebola

Jika dilihat berdasarkan patofisiologinya, penyebab Ebola adalah virus Ebola yang merupakan virus rantai tunggal ribonucleic acid (RNA). Saat virus tersebut menginfeksi sel, sel tersebut dibajak dan dipaksa untuk menjadi pusat pembentukan virus. Pembentukan virus baru mengakibatkan kerusakan fungsi sel dan berakhir pada kematian sel. Dengan berkembangnya infeksi, timbul kerusakan jaringan hingga nekrosis luas diikuti dengan respons peradangan luas yang menghasilkan pelepasan zat-zat pendukung peradangan dalam tubuh. Selain itu, pelepasan zat-zat radang memicu terjadiya proses gangguan pembekuan darah. Pada akhirnya, proses berkelanjutan ini berperan terhadap gangguan saluran pencernaan hingga pada puncaknya kegagalan organ multipel akibat kerusakan pembuluh darah dan sistem pembekuan darah. Hal itulah yang menjadi penyebab Ebola. Banyak peneliti dunia yang juga mengarahkan bahwa virus Ebola ditularkan oleh kelelawar ke manusia. Walaupun WHO percaya bahwa penyebab Ebola adalah akibat penyebaran virus dari kelelawar ke manusia, namun virus ini banyak dikaitkan menular melalui darah, kotoran manusia, cairan tubuh lainnya dari hewan mamalia seperti monyet, gorilla dan simpanse ke manusia. Kenali tanda dan gejala Ebola dengan baik untuk tahu proses perkembangan virus tersebut di dalam tubuh sehingga dapat dilakukan pengobatan Ebola sejak dini. Dengan mengetahui gejalanya juga dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan Ebola.

Proses penularan virus ini dapat melalui berbagai cara, antara lain:

  1. Kontak langsung dengan penderita,
  2. Jarum suntik yang tidak steril atau terpapar dengan cairan atau darah dari orang yang terkena atau dicurigai terinfeksi Ebola.

Setelah satu minggu menyebabkan peradangan, virus akan mulai menginfeksi sel-sel darah. Kemudian, virus dapat menginfeksi organ tubuh seperti ginjal atau hati. Virus ini kemudian akan menyebabkan perdarahan secara masif dan akan menyebabkan hambatan kerja sistem pernafasan sebagai hasil dari komplikasi Ebola.

Tahapan dari penularan virus ini dimulai antar penderita. Seseorang dapat tertular virus mematikan ini melalui kontak dengan cairan tubuh atau sekret dari pasien yang terinfeksi. Virus yang masuk ke dalam tubuh didistribusikan melalui aliran darah. Sel target yang menjadi sasaran utama virus adalah sel retikuloendotelial yang bereplikasi. Hal tersebut menyebabkan replikasi tinggi dalam beberapa tipe sel di dalam hati atau organ lainnya. Virus Ebola akan menimbulkan efek gangguan sel pada kondisi in vitro. Sedangkan, pada kondisi in vivo terjadi gangguan jalur sinyal sel dan fagositosis sel oleh virus.

Virus ini juga memproduksi glikoprotein yang dapat menempel pada sel pembuluh darah. Kemudian, protein akan menyebabkan dinding pembuluh darah menipis dan menstimulasi kebocoran plasma dalam tubuh. Virus Ebola memengaruhi sel darah putih sehingga sel darah putih tidak dapat menstimulasi berbagai organ penting.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...