EBOLA

Pencegahan Ebola

Pencegahan Ebola yang dapat dilakukan pada daerah yang terkena infeksi Ebola, antara lain:

  1. Pencegahan dan pengendalian infeksi dengan teliti;
  2. Penyuluhan untuk memodifikasi pola budaya praktik pemakaman lokal untuk mencegah kontak dengan cairan tubuh orang yang sudah meninggal karena infeksi Ebola;
  3. Menghindari konsumsi daging satwa liar dan kontak dengan kelelawar yang merupakan reservoir utama dari virus Ebola. Hal tersebut sudah terbukti menjadi penyebab Ebola. Risiko terbesar dari penularan berasal dari pasien yang terlambat terdiagnosis. Hal ini disebabkan karena gejala Ebola di awal dari infeksi virusnya adalah demam, mual, muntah, diare, dan lemah. Seluruh gejala tersebut tidak spesifik, sehingga sangatlah mungkin pasien akan menularkan kepada pengasuh keluarga, petugas kesehatan, bahkan pasien lain yang belum terdiagnosis.

Untuk mereka yang bepergian ke atau di daerah yang terkena wabah Ebola, penting untuk melakukan pencegahan Ebola, seperti:

  • Menjaga kebersihan mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir atau cairan berbahan dasar alkohol, serta menghindari kontak dengan darah atau cairan tubuh seperti urin, feses, air liur, keringat, air susu ibu (ASI), sperma, ataupun cairan vagina;
  • Menghindari kontak dengan bahan yang sudah terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi seperti pakaian, tempat tidur, jarum, terutama peralatan medis;
  • Menghindari budaya pemakaman atau penguburan lokal dari tubuh seseorang yang telah meninggal karena Ebola;
  • Mencegah kontak darah atau cairan ataupun daging mentah dari hewan, seperti kelelawar dan primata;
  • Setelah kembali dari daerah dengan infeksi virus Ebola, sebaiknya Anda mengecek dan memantau kesehatan selama 21 hari.

Untuk pengobatan Ebola, serta penanganan pasien Ebola diharapkan melakukan beberapa langkah seperti untuk mencegah komplikasi Ebola:

  • Menggunakan alat pelindung diri dengan benar,
  • Menyelenggarakan pelatihan pencegahan serta pengendalian infeksi dengan tepat; (iii) melakukan isolasi dari penderita Ebola;
  • Menghindari kontak langsung tanpa alat pelindung, seperti kontak dengan jasad orang yang meninggal akibat Ebola;
  • Memberitahukan kepada petugas kesehatan jika memiliki riwayat kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang menderita Ebola.

Virus Ebola dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak atau selaput lendir yang tidak dilindungi, seperti dari mata, hidung, ataupun mulut. Faktor risiko dan penyebaran dari virus Ebola berasal dari petugas kesehatan yang memberikan pelayanan pasien Ebola, anggota keluarga yang berhubungan dekat dengan pasien, atau pasien dengan risiko tertinggi terhadap kontak. Umumnya, orang yang terkena infeksi Ebola terjadi setelah kontak dengan satwa liar yang terinfeksi, seperti di Afrika, di mana Ebola dapat menyebar karena penanganan dan kontak dengan hewan dan kelelawar yang terinfeksi.

Dalam proses pencegahan Ebola, vaksin merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat mengendalikan infeksi. Saat ini, vaksin Ebola telah memenuhi tahap pertama uji klinis dan akan dilanjutkan dengan menentukan kandidat dari vaksin yang bertujuan untuk menentukan efek pencegahan Ebola sebelum terjadi paparan dan/atau sesudah terjadi paparan.

Di Indonesia, skrining termasuk sebagai upaya aktif yang dilakukan di pintu masuk negara. Apabila ditemukan seseorang dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit Ebola, maka akan dilakukan pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut. Penyuluhan terhadap masyarakat luas untuk mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan juga diberlakukan.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...