DIARE

Lantas, apa saja gejala diare yang mungkin timbul saat kita mengalaminya? Gejala yang timbul bila anda mengalami diare tentu termasuk:

  • peningkatan frekuensi buang air besar,
  • perubahan konsistensi tinja menjadi lembek hingga cair,
  • serta gejala gangguan saluran cerna lainnya.

Gejala penyerta diare yang dapat ditemukan antara lain adalah:

  • nyeri perut,
  • kram perut,
  • mual,
  • muntah,
  • nyeri pada anus,
  • kemerahan di sekitar anus pada anak,
  • serta demam.

Pada penyakit diare sekretorik, gejala diare jenis ini berupa tinja yang dihasilkan akan bervolume sangat banyak, cair, serta kita dapat mendengar bunyi perut yang lebih sering dari biasa yang menandakan adanya peningkatan gerakan usus. Nyeri perut serta demam tidak lazim ditemukan pada diare tipe ini, hanya saja rasa tidak nyaman akibat peningkatan gerakan usus mungkin dirasakan oleh sebagian orang. Pada diare osmotik, gejala diare yang dirasa akan mirip dengan diare sekretorik, namun yang khas adalah bila pasien dipuasakan, diare akan berhenti dengan sendirinya.

Tanda & Gejala Diare

Bila penyebab diare akibat menelan makanan yang mengandung racun dari kuman, akan terdapat gejala lain berupa mual hingga muntah. Pada kasus keracunan makanan, biasanya gejala diare seperti muntah akan terlihat lebih dominan dibandingkan diarenya sendiri. Demam juga mungkin menyertai diare yang diakibatkan oleh infeksi. Selain itu, adanya perlukaan di mukosa usus akan menyebabkan adanya darah maupun lendir pada tinja sehingga diperlukan pencegahan diare untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya komplikasi diare. Nyeri perut hingga kram perut dapat terjadi pada diare yang terjadi akibat percepatan gerakan usus maupun yang melukai mukosa usus.

Selain tanda dan gejala diare, yang penting untuk diperhatikan bila anda mengalami diare adalah untuk mengenali tanda – tanda kekurangan cairan yang merupakan salah satu komplikasi diare yang paling sering terjadi. Pada usia dewasa, gejala kekurangan cairan yang dapat diamati adalah:

  • warna urin menjadi pekat hingga tidak adanya urin yang dikeluarkan selama lebih dari 6 jam,
  • rasa kering di daerah mulut dan kulit,
  • lemas,
  • pusing, dan
  • pandangan gelap hingga penurunan kesadaran.

Pada anak, karena komposisi cairan pada tubuhnya sangat tinggi, bila terjadi kekurangan cairan akan tampak cekung di daerah sekitar mata maupun ubun – ubun. Selain itu bila dilakukan cubitan kulit di daerah perut, kulit tidak akan segera kembali seperti semula atau menjadi peyot seperti kulit orang lanjut usia. Anak yang tampak rewel, minum dengan sangat lahap, menangis namun tidak keluar air mata, atau tidak kencing selama > 3 jam juga merupakan tanda kekurangan cairan. Bila anak sampai tidak sadar atau nampak sesak dan sulit bernapas, kekurangan cairan yang terjadi mungkin sudah berat.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada kasus diare adalah mulai dari pemeriksaan darah (termasuk pemeriksaan elektrolit), analisis tinja, serta pemeriksaan radiologis guna untuk memastikan penyebab diare. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengobatan diare yang harus dilakukan.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...