DIARE

Pengobatan Diare

Pengobatan diare meliputi mengatasi kekurangan cairan, mengatasi penyebab, serta mengatasi gejala yang timbul akibat diare (buang air besar cair dan sering, mual, muntah, nyeri perut).

Kekurangan Cairan

Dalam mengatasi kekurangan cairan dapat dilakukan dengan pemberian oralit. Oralit diberikan setiap buang air besar cair ataupun muntah sebagai salah satu bentuk pencegahan diare. Bila kekurangan cairan cukup berat, dapat diberikan cairan infuse sebagai bentuk pengobatan diare, namun perlu diingat, pemberian cairan infus merupakan lini terakhir bila pemberian cairan secara oral tidak memungkinkan atau tidak sanggup menggantikan cairan yang terbuang dengan cepat.

Diare Akibat Bakteri/Jamur

Pengobatan diare akibat bakteri atau jamur, dapat diberikan antibiotik atau anti jamur. Namun, sebagian besar penyebab diare merupakan infeksi virus atau bahkan bukan disebabkan oleh infeksi, oleh karena itu tidak semua diare diatasi dengan pemberian antibiotik. Untuk mengatasi gejala diare yang dialami pasien, dapat diberikan pengeras tinja, obat mual, penurun panas, serta pereda nyeri sesuai dengan gejala yang dialami.

Diare Anak

Pada kasus penyakit diare pada anak, tidak dianjurkan pemberian pengeras tinja sebagai bentuk pengobatan diare. Berikan oralit sebagai pengganti cairan yang hilang karena diare. Selain itu, pada anak yang masih minum ASI, berikan ASI dalam frekuensi yang lebih sering untuk memenuhi kebutuhan cairan anak dan mencegah komplikasi diare. Pada anak yang telah mengkonsumsi susu formula, susu dapat diganti dengan susu rendah atau bebas laktosa bila dicurigai diare disebabkan karena intolerensi laktosa. Berikan juga zinc selama 14 hari berturut – turut (meski diare telah sembuh). Zinc berguna bagi percepatan penyembuhan diare, pengurangan frekuensi dan volume tinja, serta mencegah terjadinya diare selanjutnya. Dosis zinc pada anak adalah 10mg untuk anak <6bulan, dan 20mg untuk anak >6bulan. Pemberian probiotik pada diare anak maupun dewasa dapat dipertimbangkan sebagai usaha peningkatan jumlah bakteri baik dalam usus.

Selain pengobatan secara medis, kita juga dapat melakukan pengobatan diare mulai dari mengkonsumsi cukup cairan (air putih, jus, oralit) untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan, memakan makanan lunak dan rendah serat (biskuit, roti, telur, ayam) dan menghindari makanan yang mungkin menyebabkan diare (produk susu, makanan berlemak, makanan berbumbu). Memakan buah pisang juga dapat dilakukan sebagai sumber kalium (elektrolit yang ikut terbuang bersama diare dan bila kadarnya rendah dapat berbahaya).

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...