DIARE

Pencegahan Diare

Lalu, apa sajakah bentuk pencegahan diare yang dapat kita lakukan untuk mencegah diri kita atau anak kita mengalami diare?

Pertama – tama, mulailah dari menjaga kebersihan tangan. Salah satu penyebab diare adalah gaya hidup yang tidak bersih. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air, batuk, bersin, atau menyentuh benda yang dapat menjadi sumber kuman merupakan beberapa cara pencegahan diare.

Menjaga Kebersihan

Pencucian tangan menggunakan sabun dapat mengurangi jumlah kuman di tangan kita. Bentuk pencegahan diare salah satunya adalah membunuh kuman yang dapat menjadi penyebab terjadinya diare. Selain itu, hindari membeli makanan atau minuman di tempat yang tidak bersih yang kemungkinan mengandung bibit penyakit. Olah makanan kita sendiri dan pastikan kita melakukannya di tempat yang bersih. Kuman juga mungkin terdapat di makanan yang mentah, jadi sebisa mungkin makanlah makanan yang telah dimasak dan matang dengan sempurna atau pastikanlah bahan makanan mentah yang akan kita makan masih segar dan terjaga kebersihannya. Jagalah juga kebersihan peralatan makan yang akan kita gunakan.

Pada anak yang mengkonsumsi susu botolan, pastikan menyeduh susu menggunakan air yang sudah direbus hingga benar – benar mendidih sebagai salah satu bentuk pencegahan diare yang dapat dilakukan untuk antisipasi terjadinya komplikasi diare. Proporsi susu dan air juga perlu diperhatikan, lazimnya 1 canting susu dilarutkan dalam 30cc air. Hindari mengentalkan susu agar cepat habis karena hal tersebut dapat mengakibatkan susu lebih sulit diserap. Selain itu, buanglah susu yang tak habis dalam 2 jam. Jangan menyimpan susu sisa untuk diberikan di kemudian waktu. Setelah digunakan, cucilah botol susu dengan sabun, serta sterilkan menggunakan air panas ataupun alat pensteril botol susu sebelum digunakan kembali. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan juga dapat menurunkan angka kejadian penyakit diare pada anak. Selain itu, pemberian vaksinasi rotavirus juga dapat dipertimbangkan sebagai pencegahan diare pada anak.

Karena diare ada yang disebabkan oleh konsumsi obat atau zat tertentu, diskusikan kemungkinan terjadinya diare sebelum mengkonsumsinya. Dapat dilihat bahwa diare sebagian besar terjadi akibat kurang terjaganya kebersihan, jadi jagalah kebersihan diri serta makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kenali juga gejala diare agar dapat dilakukan pengobatan diare yang tepat, dan senantiasa kita akan terhindar dari diare.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...