DIARE

Definisi

Diare merupakan penyebab kedua terbanyak kematian pada anak usia kurang dari lima tahun dan setidaknya ada sekitar 760.000 anak setiap tahun meninggal karenanya. Sedangkan pada orang dewasa setidaknya ada seitar 375 juta kasus per tahunnya, dengan 900.000 orang diantaranya dirawat di rumah sakit dan 6.000 orang diantaranya (terutama orang usia lanjut) meninggal akibat penyakit ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui berbagai hal tentang penyakit ini sehingga bentuk pencegahan diare dapat segera dilakukan.

Pertama – tama, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit ini. Pengertiannya memang bermacam – macam, namun kita dapat mengacu pada beberapa definisi yang akan dipaparkan berikut ini. Berdasarkan banyaknya, diare dapat diartikan sebagai buang air besar dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair yang kandungan air dalam tinjanya lebih banyak dari biasanya (> 200 cc per 24 jam) atau berat tinja dalam 24 jam lebih dari 200 gram. Berdasarkan definisi ini tentu sulit bagi kita untuk mengukur berat tinja ataupun kandungan air dalam tinja kita. Untuk mudahnya, penyakit ini juga dapat didefinisikan sebagai perubahan pada frekuensi buang air besar menjadi lebih sering dari normal disertai perubahan konsistensi feses menjadi lebih encer, baik sepenuhnya cair maupun menjadi lembek. Patokan frekuensi yang digunakan oleh World Health Organization (WHO) adalah lebih dari tiga kali. Perlu diingat bahwa buang air besar berbentuk pasta pada bayi yang masih minum ASI serta buang air besar dengan konsistensi padat yang lebih dari 3 kali tidak terhitung sebagai diare.

Berdasarkan lama terjadinya diare, penyakit ini dapat dibagi menjadi diare akut dan kronik. Diare akut terjadi dalam kurun waktu kurang dari 15 hari, sedangkan diare kronik berlangsung lebih dari 15 hari. Meskipun masih terdapat perdebatan tentang durasi dari diare kronik, di Indonesia telah ditetapkan jika berlangsung lebih dari 15 hari, penyakit ini dapat digolongkan ke dalam diare kronik agar penyebabnya dapat segera diselidiki dan ditatalaksana dengan tepat.

Gejala diare biasanya disertai dengan gangguan saluran cerna lainnya seperti mual, muntah, nyeri perut, kram perut, dan dapat disertai demam bila disebabkan oleh infeksi kuman. Penyebab diare pun beragam, salah satunya adalah peradangan pada usus yang jika dibiarkan akan mengakibatkan komplikasi diare seperti infeksi berat dalam darah. Pengobatan diare pun harus segera dilakukan jika sudah terjadi infeksi berat, salah satunya adalah pengobatan mengatasi kekurangan cairan.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...