DEMAM BERDARAH

Pencegahan Demam Berdarah

Saat ini, satu-satunya metode pencegahan demam berdarah adalah untuk mencegah penularan virus dengue. Hal ini dapat dilakukan dengan membunuh atau menghambat perkembangbiakan nyamuk yang menjadi pembawa virus ini. Penanganan efektif dari nyamuk selaku vektor dari virus dengue ini penting demi mencapai dan mempertahankan pengurangan angka kematian akibat demam berdarah. Pengendalian nyamuk ini menjadi cara agar penularan virus dengue dapat berkurang, menjadi bentuk pencegahan demam berdarah yang juga menurunkan angka kesakitan sehingga angka komplikasi dan kematian juga turut dapat ditekan.

Cara-cara mengendalikan perkembangbiakan nyamuk sebagai salah satu bentuk pencegahan demam berdarah dijelaskan dalam langkah-langkah berikut ini:

  1. Menghilangkan habitat nyamuk dan akses nyamuk terhadap habitat di sekitar tempat tinggal.
  2. Melindungi rumah dan diri sendiri, misalnya menggunakan pelapis jendela, dan pakaian berlengan panjang.
  3. Di saat kejadian luar biasa demam berdarah, menggunakan insektisida semprot sebagai upaya darurat.

Cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan habitat nyamuk adalah dengan menguras tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali, atau menutupnya rapat-rapat, mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menaburkan racun pembasmi jentik (abatisasi), dan memelihara ikan untuk memakan jentik.

Langkah lain yang kini sedang dikembangkan untuk mengatasi infeksi dengue ini adalah dengan dikembangkannya vaksin dengue. Saat ini, vaksin dengue yang memiliki kemajuan paling depan adalah vaksin chimeric yellow fever tetravalent dengue vaccine (CYD-TDV), yang berisikan virus hidup keempat tipe virus dengue. Vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada bulan ke-0, bulan ke-6 dan bulan ke-12. Vaksin ini sedang diujicobakan di Asia dan Amerika Latin, yang merupakan kawasan dengan beban demam berdarah tertinggi, pada anak-anak berusia 2 sampai 14 tahun. Efektivitas vaksinasi ini terhadap pasien yang dirawat karena demam berdarah adalah 80,3% dengan profil keamanan yang baik. Ditemukan juga walaupun terdapat peningkatan kejadian anak yang dirawat di rumah sakit karena dengue pada tahun ke-3 setelah vaksinasi di anak-anak berusia kurang dari 9 tahun, risiko anak berusia 2 hingga 16 tahun untuk menderita demam berdarah lebih rendah pada kelompok yang menerima vaksinasi dibandingkan dengan yang tidak menerima vaksinasi.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...