CACAR AIR (VARICELLA)

Penyebab Cacar Air

Seperti yang disebutkan di atas, penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster (VZV). Satu-satunya yang dapat diinfeksi virus ini adalah manusia. Virus VZV merupakan keluarga virus Herpesviridae dan merupakan virus tipe DNA. Virus ini pertama kali ditemukan dengan melakukan biakan pada sel yang diperoleh dari cairan dari kulit pasien yang terinfeksi pada tahun 1954. VZV memiliki kemampuan untuk bertahan di dalam tubuh, sehingga menimbulkan dua jenis penyakit, seperti yang disebutkan di atas, yakni cacar air dan herpes zoster. Cacar air merupakan hasil dari infeksi pertama (primer) VZV. Kemudian, VZV dapat bertahan di dalam sistem saraf pusat sehingga menimbulkan herpes zoster di usia lanjut. VZV dipercaya tidak dapat bertahan lama di alam bebas.

VZV sebagai penyebab cacar air diklasifikasikan di dalam kelompok Herpesviridae kelompok alfa karena memiliki kesamaan dengan prototipe virus herpes simpleks. Di dalamnya terdapat inti virus yang disebut kapsid, yang terdiri dari protein dengan rantai ganda (rantai panjang dan pendek). Virus ini memiliki kode genetik lebih dari 46 protein, termasuk yang di dalamnya protein yang dapat dihambat oleh antivirus.

Penularan dan Proses Penyakit

Untuk mengetahui lebih dalam tentang penyebab cacar air, pada awalnya cacar air ditularkan melalui dua cara, yakni kontak langsung dengan orang yang sedang menderita cacar air dan melalui cipratan dari cairan saluran pernapasan seseorang yang terinfeksi. Saat seseorang menghirup cairan saluran pernapasan yang terinfeksi, virus kemudian berkembang biak, di saluran pernapasan atas. Setelah berkembang biak, virus akan menyerang sistem pertahanan tubuh, yakni sistem limfe (kelenjar getah bening) dan sistem retikuloendotelial, yang dikenal sebagai viremia awal, umumnya terjadi 4-6 hari setelah infeksi. Kemudian, terjadi pelepasan virus ke seluruh tubuh.

Pelepasan virus ke seluruh tubuh ini terjadi dan ditandai dengan munculnya bintik-bintik berisi cairan di seluruh tubuh (vesikel), yang awalnya jernih namun berubah menjadi berwarna awan setelah adanya sel darah putih. Kemudian, vesikel ini pecah dan menyebarkan virus lebih lanjut, atau diserap kembali oleh tubuh.

Sejak awal menginfeksi, virus mengalami masa inkubasi kurang lebih selama 10-21 hari, tetapi dengan rata-rata 14 hingga 16 hari sejak paparan pertama. Masa inkubasi ini dapat bertambah bila seseorang mengalami gangguan sistem pertahanan tubuh. Hal tersebut merupakan kronologis dari penyebab cacar air hingga dipastikan virus tersebut melakukan ‘pekerjaannya.’

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...