BRONKITIS

Tanda & Gejala Bronkitis

Batuk adalah gejala bronkitis yang umumnya muncul. Perjalanan penyakit biasanya berawal dari infeksi saluran napas akut dan selanjutnya dapat berkembang menjadi bronkitis akut. Pada perjalanan penyakit awal, gejala bronkitis akut tidak dapat dibedakan dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut. Apabila penderita mengalami batuk lebih dari lima hari, maka diagnosis bronkitis akut baru dapat diperkirakan. Pada penderita bronkitis akut, secara umum gejala bronkitis berupa batuk ini terjadi selama 10-20 hari. Produksi dahak bervariasi mulai dari tidak berwarna atau jernih hingga berwarna (kuning, hijau, hingga mengandung darah). Dahak yang bercampur nanah terdapat pada sebagian penderita bronkitis akut.

Demam merupakan gejala bronkitis atau keluhan penyerta yang umum dialami pada pasien dalam kondisi sakit. Bila demam terjadi bersamaan dengan batuk, maka dapat dipikirkan penderita mengalami infeksi saluran napas akut, termasuk bronkitis akut. Mual, muntah dan diare jarang terjadi. Pada kasus yang berat, gejala-gejala bronkitis akut dapat disertai dengan perasaan lemas dan nyeri dada disertai pergeseran trakea, rasa terbakar, nyeri saat bernapas.

Sesak napas dan kebiruan dapat terjadi pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau keadaan lain yang merusak fungsi paru. Gejala bronkitis lain yang dapat ditemui pada bronkitis akut diantaranya nyeri tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan yang ekstrim. Pada bronkitis akut atau komplikasi bronkitis, pemeriksaan fisik yang ditemui bervariasi dari normal, kemerahan pada tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening lokal, rongga hidung berair, dan bunyi napas tambahan yang berpindah lokasi setelah batuk.

Pada bronkitis berat, mengi disertai penggunaan otot pernapasan tambahan dapat terdengar di seluruh paru, bernada tinggi, dan terjadi terus menerus. Kadang-kadang, dapat terjadi penurunan aliran udara atau stridor inspirasi. Temuan ini menunjukkan sumbatan dari bronkus utama atau trakea, yang membutuhkan batuk yang kuat, penyedotan, dan, mungkin, intubasi atau bahkan tindakan trakeostomi.

Berbagai penyakit saluran napas bawah juga menyebabkan batuk. Oleh karena itu, diagnosis bronkitis memerlukan dukungan dari pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan diagnosis bandingnya. Pemeriksaan penunjang untuk bronkitis dapat berupa pemeriksaan laboratorium darah untuk jumlah sel darah putih dan hitung jenis, tanda infeksi (prokalsitonin), sitologi dahak, kultur darah, radiografi dada, bronkoskopi, spirometri dan laringoskopi. Kenali penyebab bronkitis berikut untuk mengetahui bentuk pencegahan bronkitis yang dapat dilakukan sehingga pengobatan bronkitis dapat menjadi lebih efektif.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...