BATU GINJAL

Penyebab Batu Ginjal

Konsep supersaturasi perlu dipahami untuk mengerti mekanisme penyebab batu ginjal atau lebih tepatnya mekanisme terbentuknya batu pada ginjal tersebut. Konsep supersaturasi merupakan sebuah pengertian di mana konsentrasi produk lebih tinggi dibanding kemampuannya larut dalam cairan. Di dalam urin (air kemih), terdapat produk-produk yang mudah membentuk batu, yang bila melebihi kemampuan cairan di dalam air seni untuk melarutkan, akan terbentuk batu. Namun, terdapat komponen yang menghambat pembentukan batu ini, yakni urine citrate. Keseimbangan faktor-faktor di atas menjadi penentu akan terbentuknya batu atau tidak. Penjelasan ini merupakan cara sederhana untuk mengerti bagaimana terbentuknya batu walaupun tidak menjelaskan semua penyebab pembentukan batu. Terdapat beberapa faktor risiko yang mungkin memperbesar risiko pembentukan batu yang akan menjadi penyebab batu ginjal, yang dibagi menjadi tiga, yakni faktor risiko diet, faktor risiko non-diet, dan faktor risiko dari urin.

Faktor Risiko Diet

1. Kalsium

Diet tinggi kalsium menurunkan kemungkinan batu ginjal, karena menurunkan penyerapan kristal oksalat di dalam saluran pencernaan. Hal ini juga dapat menjadi pencegahan batu ginjal. Sebaliknya, suplementasi kalsium meningkatkan pembentukan batu dan menjadi penyebab batu ginjal. Kontradiksi ini belum jelas penyebabnya, tetapi diduga akibat lebih tingginya jumlah kalsium dalam suplemen dibandingkan yang dibutuhkan tubuh.

2. Nutrisi Lainnya

Konsumsi protein hewani meningkatkan pengeluaran kalsium dan asam urat di dalam urine dan menurunkan pengeluaran citrate dalam urine, yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu dan menjadi penyebab batu ginjal utama. Konsumsi gula dan garam meningkatkan pengeluaran kalsium di urine, tanpa memandang berapa banyak konsumsi kalsium. Diet tinggi kalium meningkatkan citrate dalam urine dan menurunkan pengeluaran kalsium, sehingga menghambat pembentukan batu. Konsumsi vitamin C berlebihan juga meningkatkan risiko pembentukan batu, terkhusus pada orang dengan riwayat batu ginjal di keluarga atau secara genetik mudah membentuk batu. Perlu dilakukan pengobatan batu ginjal jika komplikasi batu ginjal sudah terjadi.

3. Cairan

Semakin rendah jumlah urin, semakin tinggi risiko terbentuknya batu ginjal. Jumlah urin sangat tergantung dengan konsumsi cairan, yang merupakan satu-satunya menentukan jumlah urin. Teh, kopi dan bir ditemukan menurunkan risiko terbentuk batu, tetapi minuman bersoda memiliki efek sebaliknya yang menjadi penyebab batu ginjal.

Faktor Risiko Non-diet

Usia, ras, berat badan, dan lingkungan berperan pula dalam memengaruhi pembentukan batu ginjal. Batu ginjal paling banyak ditemukan pada pria kulit putih paruh baya. Lingkungan yang berperan kemungkinan berkaitan dengan pekerjaan di tempat panas sehingga cairan tubuh yang keluar sebagai urin sedikit (cairan tubuh lebih dominan keluar sebagai keringat) dan tempat yang sulit mendapat akses air minum yang baik. Peningkatan berat badan juga meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Faktor Risiko dari Urin

Faktor risiko dari urin yang terpenting adalah volume urin. Seperti yang disebutkan di atas, volume urin yang sedikit menyebabkan pembentukan batu menjadi lebih mudah. Faktor lain yang dipertimbangkan adalah jumlah kalsium, oksalat, citrate, pH urine (derajat keasaman urine) dan asam urat dalam urin. Semakin tinggi jumlah kalsium dan oksalat, maka kemungkinan terbentuk batu lebih tinggi. Walaupun demikian, hingga kini belum ditemukan berapa nilainya di dalam urin yang dapat menjadi patokan utama dapat menyebabkan batu. Hal ini karena proses pembentukan batu adalah hasil perpaduan berbagai faktor.

Kandungan citrate dalam urin juga menghambat pembentukan batu-batu dengan bahan dasar kalsium. Terdapat beberapa pasien yang memiliki nilai citrate yang rendah tanpa sebab jelas. Berkaitan dengan pH urin, terdapat beberapa jenis batu yang lebih mudah terbentuk pada kadar pH urin tertentu. Bila pH asam, batu asam urat lebih jarang terbentuk. Bila pH basa, batu kalsium fosfat lebih mudah terbentuk. Batu kalsium oksalat tidak dipengaruhi oleh pH. Penting untuk mengetahui gejala batu ginjal karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk pencegahan.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...