Mengenal Hepatitis

Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Indonesia termasuk negara dengan angka kejadian hepatitis B tinggi, yaitu di atas 8 persen. Setidaknya sebanyak 25 juta orang di Indonesia diperkirakan terjangkit hepatitis B dan hepatitis C, yang seringkali tidak disadari. Mengenal hepatitis dan mengetahui cara penularannya merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah semakin banyaknyapenderita hepatitis.

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang ditandai dengan adanya sel-sel radang dalam jaringan hati. Dalam perjalanannya, penyakit ini dapat sembuh sendiri tetapi juga dapat  berkembang menjadi jaringan parut dan sirosis (jaringan hati mengeras). Penderita penyakit ini biasanya mengalami gejala berupa tampak kuning pada kulit, kuku, bagian putih bola mata, nafsu makan berkurang, lemas dan kelelahan yang berkepanjangan. Walau demikian, tidak jarang penderita hepatitis tidak menampakkan gejala apapun.

Berdasarkan waktu terjadinya, hepatitis dibagi menjadi akut dan kronis. Dinyatakan sebagai hepatitis akut bila terjadi dalam waktu 6 bulan dengan gejala awal yang tidak khas dan hampir menyerupai infeksi virus lainnya diikuti dengan gejala spesifik yaitu berkurangnya nafsu makan, kencing berwarna kecoklatan seperti teh, mata dan kulit berwarna kuning serta rasa tidak enak di perut. Sedangkan hepatitis kronis adalah keradangan yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan dan biasanya tidak bergejala atau gejalanya minimal. Hepatitis jenis ini seringkali ditemukan saat seseorang melakukan tes kesehatan rutin.  Bila kerusakan yang terjadi pada jaringan hati sudah luas, maka dapat terjadi penurunan berat badan, peningkatan kemungkinan perdarahan serta bengkak di kaki dan perut.

Berikut pembagian Hepatitis berdasarkan penyebabnya, disertai sumber penularan, cara pencegahan dan tes laboratorium yang dapat mendeteksi:

Penyebab Hepatitis Tipe /Penyebab Hepatitis Sumber penularan Orang yang rentan Pencegahan Tes Laboratorium
Virus A (HAV) Melalui makanan dan penceraan Pelancong, orang yang dipenjara Imunisasi pasif dan aktif SGOT/SGPTIgM/IgG anti HAV
B (HBV) Produk darah melalui : transfusi, jarum suntik,  hubungan seksual, kontak langsung Pengguna narkoba suntik dan partner seksualnya, pekerja kesehatan, orang dengan hemofilia/thallasemia, pasien cuci darah, anggota keluarga pasien HbsAg+, penghuni tempat penitipan anak/ penjara/rumah jompo, bayi dari ibu HbsAg + Imunisasi pasif dan aktif SGOT/SGPTHbsAgHbeAg, HbcAg

Antibodi Anti HBc

C (HCV) Belum ada vaksinHindari perilaku berisiko SGOT/SGPTAntibodi Anti-HCV
D (HDV) Infeksi hanya terjadi bersamaan dengan infeksi HBVà cara penularan sama Hindari perilaku berisiko terkena HBV, vaksin belum ada SGOT/SGPTAntibodi anti HDV
E (HEV) Melalui makanan dan penceraan Sama dengan HAV Vaksin belum ada
G

Belum diketahui

 

Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol, gangguan sistem kekebalan tubuh, akibat penggunaan obat-obatan, dan penurunan aliran darah ke hati yang akan dibahas pada artikel yang lain.

Referensi :

www.medscape.com

www.wikipedia.org

http://health.kompas.com

Oxford Handbook of Clinical Medicine 8th edition. Oxford Press 2010.