1 Jawaban Dokter

Staff 12/10/2020
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang paling banyak ditemukan di klinik. Sebahagian besar penderita merasa ketakutan bila nyeri dada tersebut disebabkan oleh penyakit jantung ataupun penyakit paru yang serius.  Ada 2 macam jenis nyeri dada yaitu :

  1. Nyeri Dada Pleuritik, Nyeri dada ini biasanya terjadi pada bagian belakang atau samping.  Sifatnya tajam dan seperti ditusuk. Bertambah nyeri bila batuk atau bernafas dalam dan berkurang bila menahan nafas atau sisi dada yang sakit digerakan. Nyeri berasal dari dinding dada, otot, iga, pleura perietalis, saluran nafas besar, diafragma, mediastinum dan saraf  interkostalis. 
  2. Nyeri Dada Non Pleuritik, Ada 7 bagian lagi.
  • Kardial/Jantung,  Iskemik miokard akan menimbulkan rasa tertekan atau nyeri substernal yang menjalar ke ketiak dan turun ke bawah ke bagian dalam lengan terutama lebih sering ke lengan kiri. Rasa nyeri juga dapat menjalar ke ulu hati, leher, rahang, lidah, gigi, mastoid dengan atau tanpa nyeri dada substernal.  Prolaps katup mitral  dapat menyebabkan nyeri dada prekordinal atau substernal yang dapat berlangsung sebentar maupun lama. 
  • Perikardial, Nyeri  dapat menyebar ke ulu hati, leher, bahu dan punggung. Nyeri biasanya seperti ditusuk dan timbul pada waktu menarik nafas dalam, menelan, miring atau bergerak. Nyeri hilang bila penderita duduk dan bersandar ke depan. Gerakan tertentu dapat menambah rasa nyeri.
  •  Aortal,  Penderita hipertensi, koartasio aorta, trauma dinding dada merupakan resiko tinggi untuk pendesakan aorta. Diagnosa dicurigai bila rasa nyeri dada depan yang hebat timbul tiba-tiba.
  • Gastrointestinal/Saluran Pencernaan,  Nyeri esofageal lokasinya ditengah, dapat menjalar ke punggung, bahu dan kadang–kadang ke bawah ke bagian dalam lengan.
  • Muskuloskeletal/Otot,  Trauma lokal atau radang dari rongga dada otot, tulang kartilago sering menyebabkan nyeri dada setempat. Nyeri biasanya timbul setelah aktivitas fisik. Nyeri dada dapat bertambah waktu bernafas dalam. Nyeri otot juga timbul pada gerakan yang berputar.
  • Fungsional,  Kecemasan dapat menyebabkan nyeri substernal, rasa tidak enak di dada, jantung berdetak cepat, sesak nafas, pusing dan rasa takut mati. Gangguan emosi tanpa adanya kelainan objektif dari organ jantung dapat membedakan nyeri fungsional dengan nyeri jantung. 
  • Pulmonal/Paru-Paru,  Obstruksi saluran nafas atas seperti pada penderita infeksi laring kronis dapat menyebakan nyeri dada, terutama terjadi pada waktu menelan.

Jika keluhan semakin berlanjut, kami sarankan untuk kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam untuk penanganan lebih lanjut (tentunya dengan membuat perjanjian hari dan jam praktek, memakai masker jika keluar rumah, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan).
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.