1 Jawaban Dokter

Staff 17/08/2020
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Warna, bentuk dan frekuensi tinja/feses bayi yang berbeda-beda seringkali menyebabkan kekhawatiran orang tua. Namun, jenis feses yang berbeda tersebut erat kaitannya dengan susu yang dikonsumsi. Ciri BAB normal pada anak bisa dilihat dari tiga faktor, yaitu warna BAB, konsistensi BAB, dan waktu BAB.

  • Warna Feses, warna feses terbentuk dari metabolisme sisa makanan, bakteri, dan empedu. Jika bayi yang baru lahir dan mengonsumsi ASI akan menghasilkan warna feses yang berbeda setiap saat, danbergantung pada jenis protein yang dikonsumsi oleh ibunya. Sementara bayi yang mengonsumsi susu formula akan menghasilkan warna feses yang cenderung sama setiap harinya. Patut diwaspadai jika feses anak yang berwarna putih menandakan feses tersebut tidak normal. Warna feses putih artinya feses tersebut tidak diwarnai oleh empedu. Ada pula feses berwarna merah, atau feses yang disertai dengan warna merah di mana hal tersebut juga   menandakan ciri BAB yang tidak normal. Warna feses merah diartikan adanya campuran darah di dalam feses tersebut.
  • Konsistensi feses, untuk anak yang berusia di atas satu tahun, ciri BAB normal yang bisa dilihat yaitu bentuknya seperti selai kacang atau krim kental. Seiring bertambahnya usia dan makanan yang dikonsumsi semakin bervariasi, maka fesesnya pun berubah menyerupai bentuk feses dewasa, yaitu panjang seperti pisang. Anak juga bisa mengalami sembelit, pada umumnya anak yang mengalami konstipasi akan mengeluh sakit atau nyeri pada lubang dubur setelah ia selesai BAB.
  • Waktu BAB, perlu diketahui, jika bayi yang mendapat ASI cenderung jarang mengalami konstipasi karena ASI mengandung semua nutrisi yang tepat untuk menjaga kotoran bayi tetap lembut. Sementara bila bayi yang disusui dengan susu formula cenderung lebih rentan mengalami konstipasi.

Untuk pemberian susu formula harap di konsulkan terlebih dahulu ke dokter spesialis anak agar sesuai dengan kebutuhan bayi (tentunya dengan membuat perjanjian hari dan jam praktek, memakai masker jika keluar rumah, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan).
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.