1 Jawaban Dokter

Staff 12/08/2020
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Nyeri leher menurut Douglass dan Bope merupakan nyeri yang dihasilkan dari interaksi yang komplek antara otot dari ligamen serta faktor yang berhubungan dengan kontraksi otot, kebiasaan tidur, posisi kerja, stres, kelelahan otot, adaptasi postural dari nyeri primer lain seperti bahu, perubahan degeneratif dari sendinya. Individu dengan nyeri leher mengeluh rasa tidak nyaman di daerah leher dan punggung atas, sakit kepala, kekakuan, leher terasa nyeri pada satu atau kedua sisi, nyeri seperti terbakar, kesemutan, kekakuan, nyeri di sekitar tulang belikat, nyeri yang menjalar sampai ke lengan, rasa berputar dan sakit kepala adalah gejala yang bisa ditemukan pada nyeri leher. Penyebab umum dari nyeri leher adalah sebagai berikut:

  1. Posisi yang salah dalam jangka waktu yang lama, tidur menggunakan bantal yg tinggi atau datar, seringnya menunduk dalam jangka waktu yang lama dalam melihat telepon genggam.
  2. Bekerja pada postur dan posisi tertentu dalam jangka waktu yang lama menyebabkan kontraksi otot berlebihan sehingga timbul nyeri.
  3. Cedera atau penyakit pada suatu organ dan struktur yang terletak di dekat leher, misalnya saraf, pembuluh darah, kelenjar tiroid, kelenjar getah bening leher, sistem pencernaan, jalan napas, otot rangka leher dan saraf tulang belakang.
  4. Tekanan fisik dan emosional dapat menyebabkan otot tegang dan peregangan, sehingga timbul rasa sakit dan kaku pada otot.
  5. Penyakit degeneratif, misalnya spondilosis tulang leher.
  6. Infeksi pada berbagai struktur pada leher, yang meliputi infeksi tenggorokan, abses atau luka nanah di belakang faring, radang atau pembesaran kelenjar getah bening, radang tulang belakang, dan penyakit Pott atau tuberkulosis tulang belakang.
  7. Meningitis atau infeksi pada selaput pembungkus otak, keganasan atau kanker kepala dan leher, penekanan pada saraf-saraf yang berasal dari tulang leher.
  8. Cedera akibat hentakan keras di area kepala-leher, kecelakaan mobil, cedera kontak pada olahraga, dan juga patang tulang belakang dan pada kasus yang berat yang melibatkan tulang belakang.

Oleh karena itu harus di cari tahu penyebab dari keluhan yang Sobat rasakan. Untuk sementara kurangi atau hindari gerakan atau posisi yang dapat menimbulkan rasa nyeri, selain itu Sobat dapat memijit pelan/lembut pada leher dan bila perlu minum obat pereda nyeri. Namun jika keluhan semakin berlanjut atau sampai timbul mati rasa, dan atau kesemutan pada leher kami sarankan untuk kontrol ke dokter spesialis saraf untuk penanganan lebih lanjut (tentunya dengan membuat perjanjian hari dan jam praktek, memakai masker jika keluar rumah, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan).
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.