1 Jawaban Dokter

Staff 03/08/2020
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Konstipasi adalah ketidakmampuan melakukan evakuasi tinja secara sempurna yang tercermin dari berkurangnya frekuensi berhajat dari biasanya, tinja lebih keras, lebih besar dan nyeri dibandingkan sebelumnya serta pada perabaan perut teraba massa tinja. Konstipasi merupakan masalah kesehatan pada anak yang masih cukup tinggi.  Sebagian besar konstipasi pada anak (>90%) adalah fungsional yang bila dilakukan pemeriksaan lebih lanjut biasanya tidak ditemukan kelainan, 40% diantaranya diawali sejak usia satu sampai empat tahun. Sebab utama konstipasi fungsional sebenarnya adalah adanya riwayat trauma sebelumnya saat berhajat, bisa karena nyeri karena tinja yang keras, atau karena toilet fobia yaitu ketakutan ke toilet akibat toilet yang jorok, ada kecoa, bau, dan lain lain. Akibat trauma tersebut anak menahan tinjanya dan tidak mau berhajat. Karena ditahan tinja akan semakin keras karena air diserap oleh dinding usus, sehingga saat anak berusaha berhajat semakin terasa sakit.
Pada tahap awal kita harus mengevakuasi tinja yang sudah menumpuk berhari-hari di dalam usus besarnya, Evakuasi biasanya dilakukan dengan cara klisma atau enema dengan gliserin yang dilakukan di rumah sakit. Bila tinja yang menumpuk tidak terlalu banyak, evakuasi juga bisa dilakukan dirumah dengan cara pemberian obat supositoria (obat yang dimasukkan lewat anus), tentunya dengan resep dokter. Tahap kedua adalah pengobatan rumatan bertujuan mencegah tinja supaya tidak keras Pengobatan rumatan dilakukan dengan cara memberikan cairan yang cukup paling tidak 1 liter sehari, pemberian serat yang cukup, pijatan di perut searah dengan jarum jam untuk merangsang gerakan usus besar, serta toilet training. Berikanlah buah buahan selain pisang dan apel, berikanlah susu dengan takaran yang sesuai, sambil dilakukan massage diperut dengan minyak telon atau baby oil dari arah kanan bawah ke kanan atas dilanjutkan ke kiri atas lalu kiri bawah, secara rutin 15 kali sehari. Tahap ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah mencari penyebab dari konstipasi tersebut.  Sebaiknya untuk pemberian obat atau sejenisnya harus dengan resep atau rekomnedasi dokter. Jika keluhan semakin berlanjut dan sering, kami sarankan untuk kontrol ke dokter spesialis anak untuk penanganan lebih lanjut (tentunya dengan membuat perjanjian hari dan jam praktek, memakai masker jika keluar rumah, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan).
Semoga bermanfaat
 

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.