1 Jawaban Dokter

Staff 13/07/2020
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan onlin tanyadok.
Di seluruh dunia prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) semakin meningkat. Hal ini membuat prevalensi pasien yang jatuh ke stadium akhir dan memerlukan terapi pengganti ginjal (TPG) semakin meningkat pula. Penatalaksanaan nutrisi pada PGK bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup, menurunkan morbiditas dan mortalitas serta memperlambat progresivitas penyakit ginjal. Direkomendasikan bahwa pasien PGK perlu melakukan modifikasi asupan nutrisinya. Salah satu hal yang penting adalah memodifikasi asupan protein. Terapi diet rendah protein atau low protein diet (LPD) pada PGK telah diketahui memberi manfaat menurunkan akumulasi bahan buangan yang tidak dapat diekskresikan oleh ginjal sehingga mengurangi gejala uremia, dan menurunkan proteinuria. Intervensi diet pada PGK meliputi pengaturan asupan protein, energi, phosphate, sodium, potassium, kalsium, pengaturan intake cairan, vitamin dan mineral. Asupan nutrisi tergantung dari stadium PGK dan pada pasien yang menjalani dialisis tergantung dari jenis dialisis yang dijalani. Sebelum memberi terapi nutrisi harus dilakukan penilaian status nutrisi terlebih dahulu. Penilaian status nutrisi pada pasien PGK tidak dapat menggunakan satu parameter saja, tetapi meliputi beberapa parameter seperti antropometri, biokimia, klinis, food recall dan malnutrition inflammation score (MIS).
Terapi LPD telah dikenal sejak lama. Terapi LPD pada PGK telah diketahui memberi manfaat menurunkan akumulasi toksin uremik sehingga mengurangi gejala uremia, menurunkan proteinuria, dan memperlambat inisiasi TPG. Modifikasi diet protein pada pasien PGK dapat dibagi menjadi :

  • Protein sangat rendah, kurang dari 0,3 g/kg BB
  • Diet protein rendah, 0,6-0,8 g/kg BB, dan
  • Diet protein normal, 1-1,2 g/kg BB.

Pada berbagai studi prospektif diet protein sangat rendah secara nyata dapat menurunkan progresifitas penyakit ginjal kronik, namun risiko malnutrisi meningkat pada pasien. Ketika diet rendah protein diberikan, kepatuhan penderita dan status nutrisi perlu diperhatikan seksama untuk menghindari malnutrisi. Pengawasan harus dimulai saat GFR di bawah 60 ml/menit, karena penderita PGK cenderung mengalami malnutrisi pada stadium ini. Oleh karena itu untuk mengetahui diet makanan pada penderita ginjal sebaiknya di konsulkan terlebih dahulu ke dokter spesialis gizi untuk aturan pola makan dan untuk mencegah terjadinya malnutrisi (tentunya dengan membuat perjanjian hari dan jam praktek, memakai masker jika keluar rumah, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan).
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.