1 Jawaban Dokter

Staff 17/06/2020
Public

Halo Sobat, terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi online TanyaDok.
Berdasarkan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Tes Pap (Pap Smear) adalah salah satu tes skrining kanker yang paling dapat diandalkan dan paling efektif yang tersedia. Tes Pap (Pap smear) berusaha untuk menemukan lesi prakanker dan perubahan bentuk sel-sel pada leher rahim/serviks yang dapat ditangani, sehingga kanker serviks dapat dicegah. Tes Pap juga dapat menemukan kanker serviks secara dini, di mana tata laksana yang dilakukan dapat bekerja secara efektif. Tes Pap smear direkomendasikan untuk wanita usia 21-65 tahun. Pemeriksaan Pap Smear sebaiknya dilakukan secara rutin sejak umur 21 tahun dan telah aktif secara seksual. Bila dari hasil pemeriksaan Pap Smear ditemukan hasil normal, pemeriksaan dapat diulang tiga tahun kemudian.
Penyebab utama dari kanker serviks adalah infeksi oleh HPV, yang ditularkan ke orang lain melalui kontak seksual. Kemungkinan terkena infeksi HPV lebih besar jika pasien mulai berhubungan seks pada usia dini, atau jika pasien atau pasangan pasien telah melakukan hubungan seks dengan beberapa orang lain. Namun, setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seks yang berisiko HPV.
Ada banyak jenis HPV. Biasanya HPV akan hilang sendiri, tetapi jika tidak, hal itu dapat menyebabkan kanker serviks dari waktu ke waktu.
Selain memiliki HPV, hal ini juga dapat meningkatkan risiko kanker serviks:

  • Merokok.
  • Terkena infeksi HIV (virus penyebab AIDS) atau kondisi lain yang membuat sulit bagi tubuh Anda untuk mempertahankan kekebalan tubuh.
  • Menggunakan pil KB untuk waktu yang lama (lima tahun atau lebih).
  • Setelah melahirkan tiga anak atau lebih.

Semoga membantu..

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.