Cairan keluar dari anus tanpa terasa

Cairan keluar dari anus tanpa terasa

Assalamualaikum
saya Hendra usia 35,maaf dokter saya mau tanya,dua hari ini saya baru tahu kalau ada cairan yang keluar dari anus tanpa terasa tapi hanya sedikit(setetes),memang BAB saya Berdarah,berlendir,lembek kadang Diare

Cairan keluar dari anus tanpa terasa
1.,biasanya jika sudah selesai BAB,saya tutup anus saya pake tisu dan setelah di lihat (1jam kemudian)memang terlihat ada noda kotoran dan darah,
2. saat tidur paginya saya lihat di tisu ada noda setetes,

Penyakit yang diidap
Saat ini saya sedang mengidap penyakit Proktitis sudah 9 bulan( BAB berdarah dan berlendir,BAB lebih Dari 4 kali sehari),pada agustus 2019 saya sudah berobat ke Poly Gastro,sudah di kolonoskopi dan di Biopsi,hasilnya tidak ada masa tumor,tetapi ada hemoroid intena,kesimpulan pemeriksaan Biopsi Proktitis akut, setelah beberapa bulan kemudian saya juga mempunyai penyakit hemoroid externa (lebih dari 2)

tetapi saya masih bisa menahan BAB,dan saat buang angin tidak ada darah,cairan atau kotoran keluar dari anus ,yang mau saya tanyakan

1.apakah penyakit Proktitis akut atau hemoroid Interna/externa bisa membuat cairan keluar dari anus tanpa terasa???
2.atau ada penyakit lain???
3.saya harus berobat ke poly apa???
Terima kasih Dokter bantuanya

1 Jawaban Dokter

Staff 17/06/2020
Public

Halo Sobat, terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi online TanyaDok.. 
Proktitis merupakan suatu peradangan pada bagian mukosa rektum. Rektum adalah otot yang terdapat paling bawah dari usus besar dan terhubung langsung ke anus. Proktitis dapat bersifat akut atau kronik (jangka panjang). 
Proktitis dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:

  • Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, dapat pula mengalami peradangan pada rektum.
  • Infeksi menular seksual terutama oleh orang yang melakukan hubungan seks anal, dapat menyebabkan proktitis. 
  • Terapi radiasi yang diarahkan pada rektum atau daerah yang berdekatan, seperti prostat, dapat menyebabkan peradangan rektum
  • Infeksi bakteri pada usus besar, seperti infeksi Salmonella atau kuman Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera dapat menyebar hingga ke rektum dan menyebabkan proktitis.

Gejala proktitis biasanya adalah perut mulas, terasa ingin buang air besar terus menerus, diare berkepanjangan, nyeri perut terutama sebelah kiri, BAB darah dan lendir, dubur terasa sakit. 
Hemoroid sendiri merupakan pembesaran pembuluh darah di daerah rektum atau anus, terbagi menjadi hemoroid interna dengan beberapa derajat, dan hemoroid eksterna. Biasanya keluhan keluarnya darah dikeluhkan saat buang air besar.
Inkontinensia tinja adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mengendalikan buang air besar. Kondisi ini menyebabkan tinja keluar secara tiba-tiba, tanpa disadari oleh penderitanya. Inkontinensia tinja dipengaruhi oleh usus bagian akhir (rektum), anus (dubur), atau sistem saraf yang tidak berfungsi secara normal. Inkontinensia tinja dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: adanya jaringan parut pada rektum (akibat peradangan) sehingga ruang pada rektum berkurang, paska prosedur pembedahan rektum seperti operasi hemoroid, terganggunya sfingter anus akibat peradangan atau gangguan syaraf, konsistensi tinja yang cair
Dari penjelasan diatas, kurang lebih dapat disimpulkan bahwa keluarnya kotoran tanpa terasa bisa saja terjadi pada penderita proktitis dan hemoroid dikarenakan adanya peradangan rektum, sfingter anus yang mungkin terganggu, serta konsistensi tinja yang cair. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa inkontinensia tinja yang Sobat alami dipengaruhi oleh hal lain, sehingga sebaiknya Sobat mengkonsultasikannya langsung kepada dokter ahli agar proses pemeriksaan baik dari riwayat (menentukan penyebab, serta kemungkinan penyakit lain) dan pemeriksaan fisik dapat dilakukan dan didapatkan pengobatan terbaik. Untuk Proktitis sendiri sobat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi (SpPD-KGEH), atau bila pengobatan yang dituju sekaligus dengan Hemoroid, Sobat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis bedan konsultan bedah digestif (SpB-KBD).
Semoga membantu..

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.