1 Jawaban Dokter

Staff 11/05/2020
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Proses pembentukan urine adalah salah satu cara alami tubuh untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme, racun tubuh, dan kelebihan kadar air untuk memelihara kesehatan. Zat-zat sisa atau produk sampingan dari metabolisme butuh dikeluarkan oleh tubuh melalui pengeluaran urine dan tinja. Semakin banyak cairan yang dikonsumsi, maka semakin banyak urine yang akan dihasilkan oleh tubuh. Proses di dalam sistem urine ini melibatkan beberapa organ, seperti ginjal, kandung kemih, dan saluran kemih. Pada ginjal, darah akan disaring, di serap dan dibuang, darah yang di buang akan menjadi urin, lalu urin akan masuk ke kandung kemih melalui ureter (selang penghubung ginjal dan kandung kemih), di kandung kemih urin akan ditampung, jika sudah penuh akan dikeluarkan melalu lubang keluarnya air kecil. Berikut faktor yang mempengaruhi keluarnya urin : 

  1. Perkembangan dan pertumbuhan, pada usia lanjut volume kandung kemih akan berkurang, sedangkan pada wanita hamil, frekuensi berkemih akan sering.
  2. Psikologis, kecemasan dan stress, juga meningkatkan stimulasi berkemih
  3. Intake cairan dan makanan, minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol dapat meningkatkan pembuangan urin. Minum vitamin yang mengandung vitamin c dengan dosis tinggi akan mengakibatkan warna urin menjadi lebih terang, dan jika vitamin tersebut kelebihan bagi tubuh maka akan dikeluarkan melalui urin, jika tidak segera dikeluarkan maka kristal akan mengendap dan mengakibatkan terbentuknya batu saluran kemih.
  4. Kondisi penyakit, pada pasien demam akan terjadi penurunan produksi urin dikarenakan banyak cairan yang dikeluarkan melalui kulit.
  5. Pengobatan, penggunaan obat diuretik mengakibatkan meningkatnya output urin.

Untuk sementara Sobat dapat mengatasinya dengan perbanyak minum air putih, tidak menahan buang air kecil. Unuk mengetahui adanya infeksi atau batu saluran kemih dapat dilakukan pemeriksaan lab. Jika keluhan semakin berlanjut atau memberat seperti mengompol (buang air kecil tanpa disadari), warna air seni menjadi merah, semakin nyeri kami sarankan untuk kontrol ke dokter spesialis urologi (tentunya dengan membuat perjanjian hari dan jam praktek, memakai masker jika keluar rumah, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan.
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.