1 Jawaban Dokter

Staff 23/04/2020
Public

Halo Sobat, terimakasih telah menggunakan layanan konsultasi online TanyaDok.
Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas (sensitivitas berlebihan) yang dicetuskan melalui reaksi imunologi; salah satunya oleh protein susu sapi. Sedangkan reaksi hipersensitivitas adalah gejala klinis akibat paparan zat tertentu, yang pada anak normal paparan tersebut tidak menimbulkan gejala (dapat ditoleransi oleh anak normal). 
Alergi protein susu sapi dapat mengenai berbagai organ tubuh anak, misalnya saluran napas memperlihatkan gejala pilek dan batuk berulang, saluran cerna memperlihatkan muntah, sakit perut berulang serta diare yang dapat disertai darah, kulit kemerahan dan biduran. Bahkan pada reaksi yang berat dapat menimbulkan bengkak pada beberapa bagian tubuh, seperti mata dan telinga. 
Hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua agar bayi yang dilahirkan terhindar atau kemungkinan kecil berkembang menjadi alergi terhadap protein susu sapi di kemudian hari, yaitu (1) berikan ASI eksklusif sampai bayi beusia 6 bulan dan (2) Kendalikan lingkungan: cuaca, hindarkan karpet, binatang peliharaan, dan asap rokok. Menghindari produk susu sapi dengan mengganti susu menjadi susu jenis lain (contoh: susu soya, susu yang rantai proteinnya sudah dipecah, dsb) dapat dijadikan opsi, dan sesuaikan dengan usia buah hati Sobat. Namun untuk memastikan penegakan diagnosis alergi susu sapi serta bagaimana terapi yang tepat, sebaiknya Sobat berkonsultasi dengan dokter Spesialis Anak. Di musim pandemi seperti ini selalu gunakan masker kemanapun tujuan Sobat termasuk RS atau klinik dokter Spesialis Anak, atau Sobat dapat menghubungi RS langganan Sobat untuk menanyakan opsi konsultasi online dengan Spesialis Anak kesayangan Sobat. Semoga membantu

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.