1 Jawaban Dokter

Staff 18/04/2020
Public

Halo Sobat,
Muntah adalah dikeluarkannya isi lambung melalui mulut yang umumnya didahului oleh rasa mual dan rasa penuh pada perut dan dada. Muntah bukanlah sesuatu penyakit tetapi gejala seseorang mengalami gangguan kesehatan.
Beberapa penyebab muntah pada anak:

  • Tanda adanya infeksi (misalnya influenza biasanya disertai gejala lainnya, seperti demam, sakit perut, atau diare). Keadaan ini akan berhenti dalam waktu 6-24 jam. Apabila muntah terus belangsung, perlu dipikirkan adanya suatu keadaan yang serius. Anak mempunyai resiko lebih besar untuk dehidrasi, terutama apabila disertai diare. Infeksi virus merupakan penyebab terbanyak di antara mikroorganisme lainnya.
  • Adanya radang pada lambung perlu dipikirkan bila muntah terjadi segera setelah makan
  • Keracunan makanan biasanya terjadi 1-8 jam setelah mengkonsumsi makanan tertentu dan ada orang lain yang juga memperlihatkan keluhan yang sama setelah mengkonsumsi makanan yang sama.
  • Penyakit yang membutuhkan tindakan bedah seperti appendisitis (radang usus buntu), beberapa petunjuk ke arah tersebut, yaitu (1) sebelum muntah terdapat nyeri perut, (2) muntah bercampur warna hijau (empedu), dan (3) perut membuncit. Bila ditemukan keadaan tersebut, anak segera harus dibawa ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Cara mengatasi muntah:

  • Muntah umumnya akan berhenti dalam waktu 6-24 jam.
  • Penanganan awal muntah pada anak antara lain mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan).
  • Lalu, diistirahatkan anak (sebaiknya di tempat tidur) sampai ia merasa lebih enak.
  • Hentikan pemberian obat yang diduga dapat menyebabkan muntah bertambah
  • Hindarkan anak dari makanan padat pada 6 jam pertama dan berikan rasa nyaman pada anak (misalnya menurunkan suhu tubuh jika demam).
  • Berikan makanan dengan kalori cukup dan mudah dicerna dan minuman manis seperti jus buah (kecuali jeruk dan anggur karena terlalu asam), sirup, atau madu (untuk anak di atas 1 tahun) secara bertahap setiap 15-20 menit;
  • Minuman diberikan dengan jumlah 1-2 sendok makan setiap  15 menit, dinaikkan secara bertahap.
  • Apabila muntah kembali terjadi, berikan minuman dalam jumlah lebih sedikit.
  • Setelah 6 jam tidak mengalami muntah, bayi dapat makan buah, sereal, sedangkan anak yang lebih besar dapat makan roti. krakers, kentang,  atau nasi.
  • Jumlah makanan juga diberikan secara bertahap. Makanan normal biasanya dapat diberikan setelah 24 jam. Hindarkan anak dari aktivitas setelah makan.
  • Berikan obat anti muntah bila memang benar- benar diperlukan setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.

Segera bawa anak ke fasilitas layanan terdekat jika anak muntah yang disertai beberapa keadaan sebagai berikut: (1) muntah tetap berlansung selama 12 jam (untuk bayi) dan 24 jam (untuk anak), (2) disertai diare, gangguan kesadaran, atau gangguan pernafasan, (3) lemas atau tanda dehidrasi. (4) sakit perut, atau (5) isi muntah berwarna kehijauan.
Terima kasih telah menggunakan layanan TanyaDok, semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.