1 Jawaban Dokter

Staff 30/03/2020
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Alergi susu sapi (ASS) tidak hanya dialami oleh bayi dengan konsumsi susu formula, namun dapat juga dialami oleh bayi dengan ASI eksklusif. ASI dapat mengandung komponen protein susu sapi dari susu yang dikonsumsi ibu. ASS umumnya menimbulkan gejala saluran cerna berupa muntah, keram perut, kolik, atau diare. Diare dapat disertai darah karena adanya reaksi peradangan yang berat di usus/rektum. Selain itu, ASS dapat menimbulkan gejala di kulit (seperti ruam) dan di saluran napas (pilek alergi atau napas grok – grok). Penghentian susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan strategi utama dan paling aman untuk pasien ASS. Namun, bayi tetap memerlukan asupan susu untuk sumber nutrisi. Pemilihan susu formula alternatif tergantung pada usia, potensi risiko alergi, biaya, ketersediaan, dan komposisi susu formula. Pada bayi ASS di bawah 1 tahun, konsumsi susu formula alternatif dipertahankan selama minimal 6 bulan atau sampai usia 9 – 12 bulan. Bayi yang diberikan susu formula alternatif dengan tepat terbukti dapat tumbuh dan berkembang secara normal. Beberapa jenis susu formula alternatif yang tersedia sebagai pengganti antara lain:

  1. Susu formula hidrolisat ekstensif. Pada susu ini, protein susu sapi terdapat dalam bentuk yang telah dipecah menjadi komponen yang lebih kecil
  2. Formula asam amino. Formula yang mengandung asam amino bebas (bentuk paling sederhana dari protein) sebagai sumber nitrogen ini merupakan pilihan terbaik untuk bayi dengan ASS, terutama pada ASS berat.
  3. Formula kedelai (soya). Formula ini menggunakan kedelai sebagai sumber protein untuk mengganti komponen susu sapi.

Tentunya untuk mengetahui jenis susu formula alternatif perlu di konsulkan dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui takaran susu, dan lama minumnya.
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.