dermatitis atopik

anak saya usia 10mo, bb 7kg, menderita alergi susu sapi (dan mungkin zat lain yg blm diketahui), sejak usia 1,5 bln sd saat ini konsumsi susu ehf. nafas grok grok sudah hilang, sembelit agak membaik, tp dermatitis atopic blm membaik, apakah bisa saya coba neocate?

1 Jawaban Dokter

Staff 10/01/2020
Public

Halo Sobat,
Alergi susu sapi (ASS) pada sebagian besar bayi dan anak akan sembuh atau toleran terhadap susu sapi saat usia balita.
Dikutip dari sumber Ikatan Dokter Anak Indonesia (Idai), sebesar 50% bayi ASS akan sembuh pada usia 1 tahun, >75% pada usia 3 tahun, dan >90% pada usia 6 tahun.
Susu neocate merupakan salah satu produk susu pengganti yang diberikan khusus untuk kondisi alergi susu sapi pada bayi dan anak. Namun lama pemberian dan jumlah takaran yang diberikan berbeda pada setiap anak bergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejala alergi, usia, dan pemeriksaan fisik serta penunjang lainnya. Oleh karena itu, kami sarankan agar sobat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak sebelum memberikan atau mengganti produk susu yang berbeda dari biasanya.
Pada alergi susu sapi dengan gejala dermatitis atopik (DA), prinsip tujuan terapi adalah untuk menjaga kelembapan kulit, mengatasi iritasi dan gatal, mencegah infeksi serta kekambuhan, dan menghindari faktor pencetus.
Bebera tips berikut untuk perawatan kulit pada DA (sumber : idai),

  • Mandi 1-2x sehari dengan menggunakan air hangat kuku (suhu 36-37 derajat Celcius).
  • Lama mandi kira-kira 10-15 menit.
  • Menggunakan sabun yang mengandung pelembab, pH 5,5-6, tidak mengandung pewarna dan pewangi.
  • Mencegah bahan iritan saat mandi, seperti sabun anti septik
  • Setelah mandi segera (dalam waktu 3 menit setelah mandi), oleskan pelembab ke seluruh kulit kecuali kulit kepala. Caranya dengan menggunakan tangan, dioleskan tipis di seluruh permukaan kulit kecuali kulit kepala, apabila kulit terkena air atau bahan lain dalam waktu kurang dari 5 menit setelah pengolesan, prosedur diulang kembali.
  • Memakai pakaian yang ringan, lembut, halus, dan menyerap keringat.
  • Mencegah bahan iritan, seperti deterjen, sabun cair pencuci piring, dan desinfektan saat mencuci pakaian bayi.
  • Menghindari faktor pencetus alergi, seperti tungau debu rumah, binatang peliharaan, dan serbuk bunga.
  • Menjaga suhu ruangan tempat bayi berada agar tidak ekstrim, seperti terlau panas atau terlalu dingin.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.