1 Jawaban Dokter

Staff 16/09/2019
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Migrain adalah nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam. Nyeri biasanya unilateral, sifatnya berdenyut, intensitas nyerinya sedang sampai berat dan diperberat oleh aktivitas, dan dapat disertai mual, dan muntah. Sampai saat ini masih belum diktetahui penyebab pasti dari migrain, namin ada beberapa faktor resiko yang dapat menimbulkan migrain : 

  • Perubahan hormonal, beberapa wanita yang menderita migren merasakan frekuensi serangan akan meningkat saat menstruasi
  • Kafein, kafein dalam jumlah yang sedikit akan meningkatkan kewaspadaan dan tenaga, namun bila diminum dalam dosis yang tinggi akan menyebabkan gangguan tidur, lekas marah, cemas dan sakit kepala
  • Terlambat makan, saat terlmabat makan atau sedang lapar  terjadi pelepasan hormone yang berhubungan dengan stres dan penurunan kadar gula darah
  • Ketegangan jiwa (stres), baik emosional maupun fisik atau setelah istirahat dari ketegangan
  • Cahaya kilat, cahaya yang terlalu terang dan intensitas perangsangan visual yang terlalu tinggi akan menyebabkan sakit kepala pada manusia normal
  • Makanan, aspartam atau pemanis buatan pada minuman diet dan makanan ringan, dapat menjadi pencetus migren bila dimakan dalam jumlah besar dan jangka waktu yang lama
  • Banyak tidur atau kurang tidur
  • Faktor herediter
  • Faktor kepribadian

Gejala yang dirasakan yaitu  perubahan mood, irritable, depresi, atau euphoria, perasaan lemah, letih, lesu, tidur berlebihan, menginginkan jenis makanan tertentu (seperti
cokelat) dan gejala lainnya. Gejala ini muncul beberapa jam atau hari sebelum fase nyeri kepala. Terdapat gangguan visual seperti melihat banyak bintik-bintik kecil (kunang-kunang) dan yang terakhir mengeluh nyeri kepala sebelah sebelah. Pengobata non medik dari migrain ini yaitu hindari faktor penetus. Sedangkan terapi medik dapat diberikan analgetik, anti emetik (anti muntah). Namun jika keluhan semakin sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kami sarankan untuk kontrol ke dokter spesialis saraf untuk penanganan lebih lanjut.

Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.