1 Jawaban Dokter

Staff 27/08/2019
Public

Selamat Malam terima kasih telah menghubungi layanan Tanyadok.
Saya memahami keluhan yang sobat rasakan. Sobat terlebih dahulu harus memahami berbagai macam metode kontrasepsi. Metode Kontrasepsi dengan alat, dibagi menjadi dua menurut cara kerjanya, yaitu hormonal dan non hormonal. Kontrasepsi hormonal  umumnya mengandung kombinasi dari progestin & estrogen, atau progesteron saja. Dapat menggunakan alat seperti pil KB, suntik KB, implan, patch, cincin vagina, maupun IUD (Intar Uterine-Device ) yang mengandung hormon. Sedangkan kontrasepsi non hormonal yang paling sering dipakai antara lain kondom, IUD tembaga, dan Kontap (Kontrasepsi Mantap).
Pil KB mencegah kehamilan melalui kandungan hormon estrogen dan progestin, dengan menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Selain itu, pil kb juga akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim.  Tidak jarang efek samping pil KB dapat dirasakan oleh penggunanya mulai dari yang sangat ringan, hingga yang cukup mengganggu. Berikut ini beberapa risiko efek samping pil KB yang mungkin terjadi:

  • Mual
  • Sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara
  • Perdarahan secara tiba-tiba di luar masa haid
  • Peningkatan berat badan
  • Gairah seks yang menurun
  • Perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak

Efek samping pil KB yang lebih serius, antara lain:

  • Nyeri di bagian dada.
  • Sakit perut.
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan kabur atau samar.
  • Sakit kepala yang tidak tertahankan.
  • Bengkak atau nyeri pada kaki dan paha.

Saya sarankan kepada sobat untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar tidak salah dalam penggunaan pil kb tersebut.
Semoga bermanfaat. 

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.