Short Memory Disorder

Selamat Siang dok, Saya Mahasiswa tingkat akhir disalah satu Kampus di Bali,
saya sudah berumur 23 tahun ini. saya memiliki masalah Short Memory Disorder, atau lupa terhadap apapun yang saya kerjakan jika konsentrasi saya terpecah,
penyakit ini sudah saya derita sekiranya masa smp, apakah ini cenderung penyakit umum? atau penyakit mental? mengingat saya juga punya sifat emosian, serta stres. terimakasih

1 Jawaban Dokter

Staff 26/08/2019
Public

Selamat sore, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Memori adalah kemampuan untuk menyimpan, mempertahankan, dan mengingat informasi dari pengalaman masa lalu pada otak manusia. Memori jangka pendek atau short term memory atau memori kerja (working memory) merupakan ingatan tentang fakta, kata, bilangan, huruf, atau informasi kecil lainnya yang bertahan selama beberapa detik sampai satu menit atau lebih pada suatu waktu.  Berikut karakteristik memori jangka pendek : 

  1. Informasi pada memori jangka pendek merupakan memori yang disadari.
  2. Kapasitas memori jangka pendek kecil yaitu sekitar 7±2 item, nomor telepon, password.
  3. Informasi cepat diakses.
  4. Durasi pada memori jangka pendek sangat singkat, tanpa adanya rangsangan tertentu maka informasi akan hilang setelah 18 detik.
  5. Kehilangan informasi dapat dicegah apabila dilakukan pengulangan.
  6. Informasi biasanya disandikan dalam bentuk suara.
  7. Informasi dapat dipotong atau diubah menjadi hal yang lebih familiar agar meningkatkan kapasitas.

Berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi memori jangka pendek :

  1. Genetik
  2. Usia, penurunan memori jangka pendek terjadi pada usia 30-90 tahun
  3. Nutrisi, malnutrisi dapat menurunkan memori jangka pendek
  4. Jenis Kelamin, wanita lebih cenderung mengalami penurunan memori jangka pendek dibandingkan dengan pria
  5. Stress, stress juga dapat memicu penurunan memori jangka pendek
  6. Kecemasan, orang dengan mengalami gangguan kecemasan dapat menyebabkan kinerja memori menjadi buruk
  7. Hormon
  8. Kelainan Otak, seperti trauma, infeksi saraf pusat, epilepsi, gangguan metabolik, alkohol, dll

Oleh karena itu kami sarankan untuk hindari stress, dan olahraga teratur. Jika gangguan ini mengganggu keseharian Sobat, kami sarankan untuk kontrol ke dokter spesialis saraf untuk penanganan lebih lanjut.
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.