rambut anak rontok

rambut anak saya lg rontok banget. apa krn bbrp minggu lalu sy kasi sampo anti kutu 2x ya dok?
tp skrg udah sy stop. utk menghentikan rontok dan menumbuhkan lg hrs pakai apa? smtr ini sy kasi hair tonik herbal natur itu. gpp kah?
terima kasih…

1 Jawaban Dokter

Halo, Sobat.
Perlu diketahui bahwa rata-rata kulit kepala memiliki sekitar 100.000 helai rambut dan akan rontok sekitar 50-100 helai per hari, kerontokan ini disertai regenerasi untuk menumbuhkan rambut baru. Secara umum, rambut rontok berlebihan dan pertumbuhan rambut yang lambat, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :

  • Stres baik fisik atau pun emosional
  • Adanya perubahan hormonal, seperti yang terjadi pada wanita hamil.
  • Gangguan pada gizi, seperti kekurangan protein, zat besi dan pada orang yang mengalami gangguan makan
  • Menderita penyakit tertentu, seperti infeksi jamur dikepala, alopecia areata, trikotilomania (kondisi ingin selalu mencabuti rambut), penyakit autoimun, dll.
  • Efek samping obat-obatan, seperti pemakaian pil KB, vitamin A dosis tinggi, obat antidepresan, dan obat hormonal.
  • Berat badan turun 9 kg atau lebih.
  • Baru sembuh dari sakit.
  • Menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi atau terapi radiasi.
  • Penggunaan produk perawatan rambut berbahan keras, seperti cat rambut, dll.

Untuk penggunaan shampo kutu, sebaiknya pengulangan shampo dilakukan 7-10 hari setelah penggunaan pertama. Shampo kutu hanya bisa membunuh kutu yang telah menetas / kutu dewasa. Telur kutu tidak bisa dibunuh dengan shampo, sehingga sobat perlu melakukan penyisiran rambut menggunakan sisir serit selama 2-3 minggu dengan disertai penggunaan shampo kutu bila memang masih terlihat kutu yang telah menetas. 
Sobat dapat membaca artikel berikut ini mengenai terapi alami untuk menyehatkan rambut : rambut sehat. Apabila keluhan rambut rontok terus berlanjut, ada baiknya sobat berkonsultasi ke dokter spesialis kulit mengenai hal ini. Terima kasih banyak, semoga membantu.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.