1 Jawaban Dokter

Staff 10/06/2019
Public

Hai @marshakamvret
Banyak orang yang merasa gugup pada beberapa kesempatan, seperti saat memberikan pidato sambutan atau wawancara pekerjaan. Tapi, social anxiety disorder, alias kecemasan sosial atau fobia sosial, lebih dari sekadar rasa malu atau gugup. Dengan social anxiety, ketakutan Anda atas mempermalukan diri sendiri begitu kuat sehingga anda benar-benar menghindari setiap situasi yang dapat memicu ketakutan tersebut.
Social anxiety disorder atau gangguan kecemasan sosial, dikenal juga sebagai fobia sosial, merupakan rasa takut yang berlebihan dalam situasi sosial atau yang melibatkan performa tertentu — terutama situasi yang sama sekali asing atau di mana Anda merasa akan diawasi atau dievaluasi oleh orang lain.
Dasar dari gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial adalah ketakutan akan diamati, dinilai oleh mata publik, atau memalukan diri sendiri di depan umum. Anda mungkin takut bahwa orang akan berpikir buruk tentang Anda atau bahwa Anda tidak akan tampil/bekerja sebaik yang diharapkan atau setara dengan orang lain.
Serupa dengan banyak kondisi kesehatan mental lainnya, gangguan kecemasan sosial merupakan gangguan yang paling mungkin terjadi sebagai hasil dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Gangguan kecemasan sering menurun di keluarga, sehingga Anda lebih mungkin untuk memiliki gangguan ini jika ada anggota keluarga dekat yang memiliki kondisi yang sama. Namun, alasan pasti dari hubungan susunan genetik dan perilaku yang dipelajari masih belum dapat diketahui.
Perilaku orangtua juga dapat memiliki dampak pada perkembangan gangguan kecemasan sosial pada anak mereka. Jika Anda memiliki orangtua yang selalu “khawatiran” atau sedikit-sedikit mencemasi Anda, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk mengatasi kecemasan selama masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa.
Gangguan kecemasan sosial adalah satu jenis dari fobia kompleks. Tipe fobia ini memiliki dampak yang merusak, hingga melumpuhkan, pada kehidupan seseorang yang memilikinya. Gangguan ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan harga diri seseorang, mengganggu hubungan dan kinerja di tempat kerja atau sekolah baik secara psikis, fisik dan perilaku.
Gejala emosional dari fobia sosial

  • Merasa gugup berlebihan di situasi sosial sehari-hari 
  • Rasa cemas yang intens selama berhari-hari, minggu, atau bahkan bulanan sebelum situasi sosial yang akan datang
  • Ketakutan yang amat sangat akan rasa diamati atau dinilai oleh orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal
  • Ketakutan amat sangat bahwa Anda akan memalukan diri sendiri
  • Ketakutan amat sangat bahwa orang lain akan menyadari bahwa Anda gugup

Gejala fisik dari fobia sosial

  • Wajah memerah, blushing
  • Napas pendek-pendek
  • Sakit perut, mual
  • Gemetar, termasuk suara yang gemetar
  • Jantung deg-degan atau dada terasa sesak
  • Berkeringat atau hot flashes
  • Merasa pusing atau ingin pingsan

Gejala perilaku dari fobia sosial

  • Menghindari situasi sosial hingga tingkat tertentu sehingga membatasi aktivitas Anda atau mengganggu rutinitas Anda
  • Menghindari tatap mata
  • Berdiam diri atau bersembunyi di belakang untuk menghindari orang lain menyadari kehadiran Anda
  • Kebutuhan untuk selalu membawa teman kemanapun Anda pergi
  • Minum (alkohol) sebelum menghadapi situasi sosial apapun untuk upaya menenangkan diri
  • Seringkali, anak-anak dengan fobia sosial bahkan menolak untuk pergi ke sekolah karena gejala yang mereka alami.

 
Fobia sosial berbeda dengan sifat pemalu karena rasa malu/sifat pemalu dengan fobia sosial tidak selalu berkaitan langsung. Malah, kehadiran ciri fobia sosial dalam diri mungkin sebagai satu kesatuan yang berdiri sendiri, terpisah dari rasa malu. Pada beberapa kasus terdapat penderita fobia sosial memiliki sifat pemalu yang berlebihan, namun pada beberapa penderita fobia sosial yang lain tidak memiliki sifat pemalu yang berlebihan. Selain itu, individu yang memiliki fobia sosial secara konsisten lebih mungkin untuk juga memiliki gangguan psikiatrik lainnya di hidup mereka, seperti depresi, gangguan kepribadian (PTSD, misalnya), atau penyalahgunaan obat terlarang, jika dibandingkan dengan kelompok anak pemalu. Mereka yang memiliki fobia sosial juga menunjukkan tingkat yang lebih tinggi atas ketidakmampuan bekerja di lingkungan pekerjaan atau sekolah, atau di antara anggota keluarga atau teman sebaya.
Fobia sosial berbeda dengan Anti sosial. Antisosial ditandai dengan pola perilaku yang eksploitatif, penuh tipu muslihat, mengabaikan hukum, melanggar hak orang lain, serta kasar (cenderung kriminal) — tanpa motif yang jelas atau logis. Bagi seseorang yang memiliki fobia sosial, keterlibatan dirinya di dalam satu situasi sosial tertentu dapat mengancam keselamatan dirinya.
Situasi ini mungkin sangat menakutkan bagi Anda sehingga Anda mengalami kecemasan berlebihan hanya dengan memikirkan hal itu atau berusaha sekeras mungkin untuk menghindarinya. Mereka takut akan bertindak atau mengatakan sesuatu yang mereka pikir akan sangat memalukan, seperti muka memerah, berkeringat, atau tampil sebagai seseorang yang tidak kompeten. Ketakutan yang dimiliki akan situasi sosial terkadang dapat menumpuk dan memicu serangan panik, dimana Anda merasakan ketakutan, kepanikan, dan kecemasan yang amat luar biasa. 
Jika Anda berpikir Anda memiliki kondisi ini, Anda harus mencoba untuk kunjungi dokter. Dua jenis terapi yang paling umum untuk menangani social anxiety disorder adalah obat resep (antidepresan atau anti-anxiety) dan psikoterapi atau cognitive behavioral therapy (CBT). Kedua pendekatan dapat dilakukan bersamaan sebagai kombinasi.
Semoga bermanfaat dan Salam sehat
Terima Kasih
dr. Alta

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.