1 Jawaban Dokter

Staff 01/06/2019
Public

Selamat siang, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Jerawat adalah reaksi dari penyumbatan pori-pori kulit disertai peradangan yang bermuara pada saluran kelenjar minyak kulit. Sekresi minyak kulit menjadi tersumbat, membesar dan akhirnya mengering menjadi jerawat. Jerawat ada berbagai jenis, berikut jenis-jenis jerawat : 

  • Acne punctata, merupakan blackhead comedo atau whitehead comedo yang bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya jerawat. Bila kuman masuk ke dalam sumbatan pori-pori kulit, maka kedua komedo tersebut berganti rupa menjadi jerawat dengan tingkatan yang lebih tinggi.
  • Acne papulosa, merupakan jerawat dalam bentuk papul, yaitu peradangan disekitar komedo yang berupa tonjolan kecil.
  • Acne pustulosa, merupakan jerawat dalam bentuk pustul, yaitu jerawat papul dengan puncak berupa pus atau nanah.
  • Acne indurate, merupakan jerawat yang terinfeksi bakteri Staphylococcus epidermidis sehingga menimbulkan abses.
  • Cystic acne (jerawat batu), merupakan jerawat dengan ukuran yang besar dan apabila terjadi jumlahnya bisa hampir memenuhi wajah.

Penyebab jerawat yaitu : 

  • Genetik. Jerawat merupakan penyakit genetik akibat adanya peningkatan kepekaan unit pilosebasea terhadap kadar androgen yang normal.
  • Hormonal, diantaranya: 1. Hormon Androgen Hormon ini memegang peranan yang penting karena kelenjar palit sangat sensitif terhadap hormon ini. Hormon ini menyebabkan kelenjar palit bertambah besar dan produksi sebum meningkat. 2. Hormon Estrogen Pada keadaan fisiologi, estrogen tidak berpengaruh terhadap produksi sebum. Estrogen dapat menurunkan kadar gonadotropin yang berasal dari kelenjar hipofisis. Hormon gonadotropin mempunyai efek menurunkan produksi sebum. 3. Hormon Progesteron Progesteron dalam jumlah fisiologis tidak mempunyai efek pada efektifitas terhadap kelenjar lemak tetapi kadang-kadang progesteron dapat menyebabkan jerawat premenstrual.
  • Makanan. Jenis makanan yang sering dihubungkan dengan timbulnya jerawat adalah makanan yang tinggi lemak (kacang, daging, susu dan es krim), tinggi karbohidrat, beryodida tinggi (makanan asal laut) dan makanan yang pedas. Jenis makanan diatas diyakini dapat merubah komposisi sebum dan menaikkan produksi kelenjar sebasea.
  • Psikis. Stress emosi pada sebagian penderita dapat menyebabkan kambuhnya jerawat, hal ini terjadi melalui mekanisme peningkatan produksi hormon androgen dalam tubuh.
  • Musim/Iklim. Suhu yang tinggi, kelembaban udara yang lebih besar, serta sinar ultraviolet yang lebih banyak menyebabkan jerawat lebih sering timbul pada musim panas dibandingkan dengan musim dingin. Faktor ini berhubungan dengan laju ekskresi sebum. Kenaikan suhu udara 1ºC pada kulit mengakibatkan kenaikan laju ekskresi sebum sebanyak 10%.
  • Infeksi bakteri. Bakteri yang terlibat dalam proses terbentuknya jerawat adalah Corynebacterium acnes, Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Peran bakteri ini adalah membentuk enzim lipase yang dapat memecah trigliserida menjadi asam lemak bebas yang bersifat komedogenik.
  • Kosmetika. Menggunakan alas bedak, blush on dan bedak padat bisa memicu munculnya jerawat, hal ini dikarenakan partikel kosmetik tersebut bisa menyumbat pori-pori atau bersifat comedogenic.
  • Terlalu sering terpapar sinar matahari. Beraktivitas di bawah sinar matahari membuat tubuh berkeringat. Kelenjar minyak pun menjadi lebih aktif. Tumpukan minyak inilah yang menyebabkan jerawat muncul.
  • Bahan kimia lainnya. Mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu bisa membuat jumlah bakteri penyebab timbulnya jerawat bertambah banyak, sehingga jerawat menjadi lebih sering muncul.

Penanganan untuk wajah sensitif, hindari penggunaan kosmetik, menggunakan sabun yang tidak berbusa, jaga pola makan, istirahat yang cukup, rutin olahraga. Dan jika jerawat semakin banyak kami sarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis kulit kelamin yang lain untuk second opinion mengingat pengobatan jerawat tidak hanya sekali dan langsung hilang.
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.