kepala

selamat pagi dok, saya yenni usia saya 23th, saya sudah lama sering erasakan sakit kepala tapi tidak pernah tau penyakit utamanya apa, karna stiap kali saya cekup ke dokter umum hanya mendapat jawaban yg sama,
saya sering merasakan sakit kepala yg bergantian seperti migrain full migrain lagi, dan ini saya sudah sakit di hari ke 13, ini kira kira knapa ya dok ?

1 Jawaban Dokter

Staff 13/05/2019
Public

Selamat pagi, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanya dok.
Nyeri kepala adalah nyeri yang dirasakan di daerah kepala atau merupakan suatu sensasi tidak nyaman yang dirasakan pada daerah kepala. Migrain merupakan nyeri kepala yang sering dikeluhkan para pasien. Migrain sendiri dibagi menjadi 2 macam yaitu : 

  1. Migrain tanpa aura,  Nyeri kepala berulang dengan manifestasi serangan selama 4-72 jam. Karakteristik nyeri kepala satu sisi, berdenyut, intensitas sedang atau berat, bertambah berat dengan aktivitas fisik yang rutin dan diikuti dengan mual dan atau fotofobia dan fonofobia.
  2. Migrain dengan aura,  Serangan berulang, bertahan dalam menit, sepenuhnya satu sisi secara reversibel baik itu visual, sensorik atau gejala sistem saraf pusat lainnya yang biasanya berkembang secara bertahap dan diikuti dengan nyeri kepala dan terkait gejala migrain.

Hal-hal yang dapat memicu timbulnya nyeri kepala yaitu :

  • Stress,  efek kumulatif dari tingkat stres yang tinggi dikombinasikan dan durasi tidur yang rendah yang mempengaruhi aktivitas nyeri kepala, dengan demikian, menunjukkan stres yang bertindak sebagai pemicu ditingkatkan ketika berinteraksi dengan faktor lain.
  • Usia,  Nyeri kepala adalah penyakit yang sering terjadi, dapat mempengaruhi orang di semua kelompok umur di seluruh dunia, yang menyebabkan prestasi
    kerja rendah dan gangguan kualitas hidup.
  • Kebisingan, kebisingan suatu pada pasien migrain memiliki batas ambang kebisingan secara signifikan lebih rendah dari kontrol.
  • Masa Kerja, jika mendapatkan kondisi lingkungan pekerjaan yang kurang nyaman, beban kerja yang banyak, kelelahan dapat memicu terjadi nyeri kepala.
  • Lapar,  Melewatkan makan dan puasa dilaporkan sebagai pemicu migrain lebih dari 56% dalam studi berbasis populasi dan 40% sampai 57% dalam studi di klinik subspesialisasi.

Oleh karena itu, kami sarankan untuk mengatur pola tidur, hindari stress, makan tepat waktu dengan gizi seimbang. Jika nyeri kepala semakin hebat dan berkelanjutan, sebaiknya kontrol ke dokter spesialis saraf untuk penanganan lebih lanjut.
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.