Batuk

Halo Dok,
Anak perempuan saya berumur 2,10 tahun. Kira2 2 minggu lalu badannya panas dan batuknya kembali kambuh setelah beberapa minggu hilang. Kami pergi ke dokter spesialis anak, dan hasil cek awal didiagnosa Broncho Pnemonia. Dikasih 2 pilihan, rawat inap atau rawat jalan. Kami pilih rawat jalan. Selang beberapa hari kemudian ketika obatnya habis, kami mencoba untuk mencari dokter lain guna mencari diagnosa sebenarnya. Dokter spesialis yang kedua setelah dicek dan rontgen, bilang indikasinya TBC. Salah satu penyebab dokter kedua bilang TBC adalah berat badan anak saya yang kurang. Ditimbangan dokter tersebut 9kg, padahal harusnya 12kg. Tapi saya jelaskan bahwa berat badannya bukan turun drastis, tetapi karena memang anak saya kurus dan susah menaikkan berat badan. Saya jg katakan kepada beliau bahwa daerah sekitar kami tinggal, tidak ada orang yang kena TBC. Menurut dokter bagaimana?
Anaknya sering batuk, tapi saat ini saya perhatikan tidak ada batuk lagi.
Tidak keliatan tanda-tanda kelesuan, lincah dan normal seperti anak kebanyakan.
Saat ini tidak ada tanda-tanda badannya hangat atau panas.
Berat badannya 9,9kg.
Nafsu makannya lumayan saja, maksudnya kadang banyak, kadang sedikit.
Terkadang keringatan ketika tidur malam, tapi tidak selalu.

1 Jawaban Dokter

Staff 4 days ago
Public

Selamat sore, terima kasih sudah menggunakan layanan online tanyadok.
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberkulosis. Penularan penyakit ini melalui perantaraan ludah atau dahak (droplet) dari penderita TB kepada individu yang rentan (daya tahan tubuh rendah). Pada umumnya TB menyerang jaringan paru, tetapi dapat juga menyerang organ lainnya.  Berbeda dengan orang dewasa, diagnosis penyakit TB anak merupakan hal yang sulit karena TB anak merupakan TB primer yang seringkali tidak menunjukkan gejala yang khas. Upaya pemeriksaan bakteriologis sebagai diagnosis pasti TB pada anak sulit untuk dilakukan. Tuberkulosis paru pada anak jarang memproduksi sputum. Umumnya anak belum mampu untuk mengekspektorasi sputum.
Pada kriteria UKK Respirologi IDAI tahun 2007, adanya kontak dengan penderita TB paru dewasa dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: (1) kontak tidak jelas, (2) laporan keluarga dengan BTA (-) atau tidak jelas, (3) kontak dengan penderita dewasa BTA (+). Uji tuberkulin dibedakan menjadi “positif” bila ukuran diameter >10 mm atau >5 mm pada keadaan imunosupresi dan disebut “negatif” bila tidak memenuhi kriteria “positif” tersebut.  Status gizi pada sistem skoring PP IDAI ditentukan secara antropometris meliputi berat badan dan tinggi badan. Gejala sistemik yang sering timbul salah satunya adalah demam. Demam biasanya tidak tinggi dan hilang timbul dalam jangka waktu yang cukup lama. Manifestasi lain yang sering dijumpai adalah anoreksia, berat
badan yang tidak naik (turun, tetap, atau naik namun tidak sesuai dengan grafik tumbuh), dan malaise (letih, lesu, lemah, dan lelah). Pada sebagian besar TB paru
pada anak tidak menunjukkan gejala batuk kronik, kecuali bila terjadi limfadenitis regional yang menekan bronkus sehingga merangsang reseptor batuk.

Karena kita tidak memeriksa anak anda, kami tidak bisa memastikan bahwa anak anda terkena TBC atau tidak. Untuk sementara minum obat sesuai aturan yang diberikan oleh dokter.
Semoga bermanfaat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.