peyronie diseas and fracture penis

selamat sore, perkenalkan saya Diky saputra. saya pernah mengalami fracture penis dan sampai sekarang belum pernah diobati ataupun dioperasi. kemudian saya duga penis sedikit melengkung saya adalah peyronie disease yang diakibatkan fracture penis tsb, karena pengetahuan yang minim malah saya tekan penis saya ke atas yang membuatnya trauma dan mengakibatkan bengkok dan nyerinya timbul (penyakitny semakin parah) juga ereksi di celana yang ukuran dan ruanganya tidak sesuai yang membuat trauma dan makin parah. sekarang bengkoknya sekitar hampir 90 derajat ke bawah dan 30 an derajat ke kiri (singkat cerita). Bolehkah saya memakai x4labs dan quick extender sejenis alat traksi penis untuk meluruskan penis bengkok saya pada kondisi penis yang saya jelaskan sebelumnya? Apa itu tidak papa dipakai pada kasus penis saya? tolong jawabanya, terimakasih.

1 Jawaban Dokter

Staff 25/02/2019
Public

Selamat pagi sobat, terima kasih telah menggunakan layanan tanyadok.
Di dalam penis, terdapat jaringan seperti spons yang akan dialiri darah dan mengembang jika seorang laki-laki ereksi atau terangsang secara seksual. Pada umumnya, penis bengkok terjadi saat jaringan tersebut tidak mengembang secara merata, dikarenakan perbedaan anatomi penis yang normal. Namun, beberapa kondisi penis bengkok mungkin perlu mendapat perhatian khusus apabila disebabkan oleh situasi berikut:

  • Penyakit Peyronie.
  • Penyakit autoimun.
  • Cedera pada penis.
  • Ketidaknormalan pada jaringan penyangga, yang diturunkan.

Penyakit Peyronie merupakan kondisi di mana bentuk penis akan melengkung saat ereksi dengan disertai beberapa gejala yang tidak nyaman seperti nyeri, bengkak, hingga kesulitan untuk berhubungan seksual. Kondisi tersebut karena terbentuknya plak atau benjolan keras pada penis. Penyakit Peyronie biasanya dialami oleh pria berumur di atas 40 tahun, namun penyakit ini bisa juga dialami oleh pria pada usia berapapun. Penyebab penyakit peyronie belum diketahui secara pasti, biasanya penyakit ini muncul setelah penis mengalami cedera, yang  diduga dipicu oleh trauma ringan yang terjadi secara berulang selama berhubungan seksual.
Kami sarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter urologi terdekat. Dokter biasanya akan mendeteksi penyakit ini dengan tindakan ultrasound atau X-ray, serta pemeriksaan fisik lainnya. Umumnya dokter akan memberikan penanganan melalui pemberian obat-obatan minum (oral), obat oles atau suntikan pada penis, dan terapi radiasi. Namun, bisa jadi penanganan-penanganan ini kurang efektif. Pada kasus yang sangat berat, penyakit Peyronie harus ditangani dengan pembedahan. 
Untuk alat traksi yag sobat sebutkan sebaiknya tidak digunakan karena khawatir memperparah kondisi penis sobat. Sebaiknya segara konsultasikan langsung ke dokter urologi. 
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan salam sehat. 

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.