1 Jawaban Dokter

Staff 21/02/2019
Public

Terima kasih sudah menggunakan layanan tanyadok
Pola makan adalah cara atau perilaku yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang dalam memilih dan menggunakan bahan makanan dalam konsumsi pangan setiap hari yang meliputi frekuensi makan, asupan makanan, dan jenis makan yang berdasarkan faktor-faktor sosial budaya dimana mereka hidup. Dalam pola makan sehari-hari kebiasaan jadwal makan sering tidak teratur seperti terlambat makan atau menunda waktu makan bahkan tidak makan sehingga membuat perut mengalami kekosongan dalam jangka waktu yang lama. Jadwal makan yang tidak teratur tentunya akan dapat menyerang lambung dan berisiko menyebabkan gastritis.

Gastritis adalah suatu peradangan atau perdarahan pada mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi, infeksi, dan ketidakteraturan dalam pola makan. Ketidakteraturan dalam pola makan misalnya jadwal makan yang tidak tepat, asupan makanan yang tidak sesuai, dan makan makanan yang memicu peningkatan asam lambung seperti terlalu banyak bumbu, gas, santan dan pedas. Gejala dari gastritis yaitu nyeri pada lambung, mual, muntah, lemas, kembung, jadi lebih sering flatus atau buang angin dan terasa sesak, nyeri pada ulu hati, tidak ada nafsu makan, bersendawa serta dapat juga terjadi perdarahan saluran cerna.

  • Sendawa, sendawa (burping/belching) adalah keluarnya gas dari saluran cerna (kerongkongan dan lambung) ke mulut yang disertai adanya suara dan kadang-kadang bau.
  • Kembung, merupakan perasaan (subyektif) perut seperti lebih besar dari normal, jadi merupakan suatu tanda atau gejala ketidaknyamanan, merupakan hal yang lebih ringan dari distention.
  • Kentut/Flatus, flatus merupakan keluarnya gas dalam saluran cerna melalui anus yang bersumber dari udara yang tertelan atau hasil produksi dari bakteri. Namun terjadinya flatus lebih sering diakibatkan oleh produksi dari bakteri di saluran cerna atau usus besar berupa hidrogen atau metan pada keadaan banyak mengkonsumsi kandungan gula dan polisakarida. Contoh gula adalah seperti laktosa (gula susu), sorbitol sebagai pemanis rendah kalori, dan fruktosa pemanis yang biasanya digunakan pada permen.

Semoga bermanfaat

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.