1 Jawaban Dokter

Selamat Pagi Sobat
Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi online TanyaDok.
Karena Sobat tidak  mencantumkan pertanyaan, maka akan saya coba jelaskan gambaran umumnya mengenai keluhan maag yang Sobat keluhkan.
Dalam dunia Kedokteran, sakit maag diidentikkan dengan dispepsia. Dispepsia adalah kumpulan gejala (sindrom) yang mengacu pada rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan bagian atas. Hal ini perlu dipahami bahwa dispepsia mengarah pada kumpulan keluhan dan tidak mengacu pada diagnosis penyakit.
Beberapa keluhan pada dispepsia antara lain:

  • nyeri atau rasa panas dan perih pada ulu hati
  • mual yang memicu penurunan nafsu makan hingga muntah
  • rasa kembung (terasa penuh dan cepat merasa kenyang)
  • buang gas yang berlebihan (sendawa)
  • mulut terasa asam atau pahit

Sobat perlu untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila mendapatkan gejala seperti di atas dan disertai keluhan lain seperti berusia >50 tahun, memiliki riwayat kanker pada keluarga inti, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, anemia, perdarahan pada saluran cerna, disfagia (kesulitan menelan), odinofagia (nyeri saat menelan), dan muntah terus menerus.
Terdapat beberapa penyakit yang menjadi penyebab sindrom dispepsia, antara lain:

  • Gastritis merupakan peradangan lapisan dalam dinding lambung yang dpaat bersifat tiba-tiba (akut) ataupun menahun (kronis). Bila penyakit ini dibiarkan, akan memicu perlukaan pada lambung dan menyebabkan tukak lambung
  • Tukak Lambung
  • Gastroesophageal Reflux Disease atau refluks asam lambung (GERD) merupakan kondisi asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan peradangan pada kerongkongan. Gejala penyakit ini berupa dispepsia disertai dada terasa terbakar dan rasa naiknya asam lambung. Bila dibiarkan, penyakit ini dapat memicu kanker.
  • Radang pankreas
  • Radang pada empedu dan batu empedu
  • Penggunaan anti nyeri berlebihan

Pengobatan untuk sindrom dispepsia bergantung pada penyakit yang mendasari serta derajat keparahan gejala yang Sobat rasakan. Jika masih ringan, pengobatan dispepsia bisa dilakukan hanya dengan mengubah pola hidup dan pola makan antara lain:

  • Menghindari makanan yang pedas, asam, berlemak, berkafein (kopi atau teh), minuman berenergi, minuman bersoda, dan makanan beragi (mie)
  • Kurangi merokok dan minuman beralkohol
  • Perbanyak makanan dengan serat tinggi, rendah lemak, dan probiotik
  • Istirahat yang cukup
  • Kurangi penyebab stress
  • Menghindari kebiasaan berbaring setelah makan ataupun jarak waktu makan dan tidur yang terlalu pendek
  • Berolahraga teratur
  • Menjaga berat badan ideal

Jika setelah melakukan perubahan pola hidup dan pola makan namun tidak didapatkan perubahan gejala dispepsia, saya sarankan untuk berkonsultasi kepada Dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjut terkait keluhan Sobat dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga jawaban ini dapat membantu Sobat 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.