Batuk dan asma

Anak perempuan usia 3 tahun 4 bulan BB 14 kg. Sejak usia 1 tahun 6 bulan dia didiagnosa alergi susu sapi, susu kedelai, coklat, debu, dll. Jadi, semenjak itu saya hanya berikan susu air beras dan susu jagung yang saya buat sendiri. Karena khawatir akan gizinya, hari ini saya berikan neocate advance. Tapi malah batuk2 dan asma kambuh lagi, kenapa bisa begitu ya dok? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

1 Jawaban Dokter

Staff 24/01/2019
Public

Selamat siang sobat, terimakasih telah menggunakan layanan tanyadok.
Tidak semua produk susu formula yang tersedia di pasaran cocok untuk anak. Beberapa produk bahkan menimbulkan gejala atau ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula. Anak yang tidak cocok dengan susu formula yang diminumnya disebabkan karena alergi terhadap susu formula tersebut atau bisa juga karena intoleransi laktosa.  Alergi susu formula terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap salah satu protein yang terdapat di dalam susu formula. Hal ini merupakan kondisi umum yang kerap dialami bayi pada tahun pertama kehidupannya. Sementara intoleransi laktosa terjadi ketika anak mengalami kesulitan mencerna laktosa, yang merupakan gula alami yang ditemukan dalam susu. Umumnya, intoleransi laktosa ini terjadi setelah infeksi saluran pencernaan akibat virus atau gastroenteritis, dan bisa berlangsung sekitar empat minggu sebelum usus pulih dan mulai memecah laktosa lagi.
Ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula yang disebabkan karena alergi susu formula adalah:

  • Reaksi kulit seperti ruam merah dan gatal, atau pembengkakan pada bibir, wajah, dan sekitar mata.
  • Masalah pencernaan seperti sakit perut, muntah, kolik, diare, konstipasi, hingga kadang BAB berdarah.
  • Gejala alergi seperti pilek.
  • Gangguan pernapasan seperti napas berbunyi mengi, batuk, sesak napas, sulit bernapas, atau bahkan gejala alergi parah seperti anafilaksis yang butuh penanganan medis segera.

Ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula yang disebabkan karena intoleransi laktosa meliputi:

  • Diare.
  • Muntah.
  • Kram atau nyeri di perut.
  • Kembung.

Gejala-gejala di atas bisa muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah minum susu formula.
Sobat harus pastikan jika memang anak sobat alergi dengan susu tersebut dengan memperhatikan hal berikut:
1. Gejala berulang jika diberi susu yang sama
2. Bila tidak diberi susu yang sama selang beberapa hari sembuh
3. Disingkirkan adanya alergi terhadap makanan lain yang sedang dikonsumsi contoh telur, kacang, coklat, keju, roti dll
Prinsip dasar pengobatan alergi adalah menghindari penyebabnya dan susu diganti dengan susu formula yang lainnya. Berdasarkan konsensus yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) formula pilihan pertama sebagai pengganti susu sapi pada anak yang alergi susu sapi adalah formula hidrolisat ekstensif pada kasus dengan gejala klinis ringan-sedang dan formula asam amino pada gejala klinis berat. Namun, apabila terdapat masalah ketersediaan atau harga dari formula hidrolisat ekstensif atau asam amino, maka formula berbasis isolat protein kedelai bisa diberikan disertai penjelasan kepada orangtua kemungkinan adanya reaksi silang alergi terhadap protein kedelai pada  anak. Susu dengan formula berbasis isolat protein kedelai bisa dijumpai pada susu Soya. Jika keluhan memburuk kami sarankan untuk segera konsultasikan ke dokter anak agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Jika pertanyaan berhubungan dengan produk ataupun kandungan serta hal lain berhubungan dengan nutricia sebaiknya Bunda langsung tanyakan ke pihak Nutricia melalui Careline Nutricia di nomor Whatsapp Careline Nutricia 0821 20000 100 atau Call Careline Nutricia 0800 182 1059.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan karena sekalipun form pertanyaan produk sudah dipisahkan dengan form pertanyaan keluhan kesehatan, namun nampaknya para penanya masih tetap menanyakan keluhan produk di form pertanyaan kesehatan.
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan salam sehat:)

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.