1 Jawaban Dokter

Staff 11/01/2019
Public

Selamat siang sobat, terimakasih telah menggunakkan layanan tanyadok.
Hipertiroid merupakan kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif memproduksi hormon. Hal ini mengakibatkan hormon tiroid dalam darah kita menjadi sangat tinggi. Hipertiroid lebih cenderung terjadi pada wanita. Kondisi ini bisa muncul pada usia berapapun, termasuk ketika masih anak-anak. Tapi biasanya muncul ketika memasuki usia 20-40 tahun. 
Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher yang mengendalikan metabolisme dan fungsi normal tubuh, seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur suhu tubuh, dan mempengaruhi denyut jantung, otot, juga tulang. Kelenjar tiroid memproduksi dua jenis hormon, yaitu triiodotiroin (T3) dan tiroksin (T4). Setiap hormon berfungsi untuk mengatur sel dan cara kerja tubuh. Umumnya, kelenjar tiroid akan memproduksi hormon dalam jumlah yang tepat. Namun dalam kondisi tertentu, produksi hormon dapat dilakukan secara berlebih, terutama tiroksin (T4). Keadaan hipertiroid dapat disebabkan hal-hal berikut:

  1. Penyakit graves
  2. Tiroiditis
  3. Nodul tiroid
  4. Tumor adenoma kelenjar hipofisis
  5. Kanker tiroid
  6. Efek samping obat tertentu

Gejala yang dapat timbul akibat hipertiroid yaitu:

  • Gugup, murung, lemah, atau lelah.
  • Tangan tremor/bergetar, jantung berdetak cepat, atau mungkin memiliki masalah pernapasan.
  • Panas dan berkeringat atau memiliki kulit gatal, merah dan hangat.
  • Buang air besar (BAB) lebih banyak dari biasanya.
  • Rambut rontok.
  • Turun berat badan meskipun Anda makan sama atau lebih banyak dari biasanya

Untuk mendiagnosis hipertiroid dokter akan melakukan pemeriksaan yang diawali dengan wawancara kemudian pemeriksaan fisik dan kemudian akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menunjang diagnosis hipertiroid. Pemeriksaan penunjang tersebut antaralain:

  • Pemeriksaan fungsi tiroid

Merupakan pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengetahui kadar thyroid-stimulating hormone/TSH (hormon yang merangsang kelenjar tiroid) dan kadar hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, yaitu triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4). Terkadang, hasil pemeriksaan ini memperlihatkan kadar TSH yang rendah, namun kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid tetap normal. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah hipertiroidisme subklinis. Kondisi ini tidak selalu ditandai gejala dan perlu terus dimonitor untuk menghindari risiko penyakit tulang atau jantung. Hipertiroidisme subklinis biasanya pulih dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua bulan. Meskipun tidak memerlukan pengobatan, penderita hipertiroidisme subklinis tetap harus melakukan pemeriksaan fungsi tiroid secara rutin, untuk memantau kondisinya.

  • Pencitraan tiroid isotop (thyroid scan)

Pemeriksaan ini dilakukan setelah seseorang didiagnosis hipertiroid. Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui kondisi apa yang mendasari terjadinya hipertiroidisme. Dalam pencitraan thyroid scan, pasien diminta untuk menelan suatu bahan yang mengandung zat radioaktif, dengan intensitas sangat rendah, sehingga tidak membahayakan tubuh. 

  • Pemindaian

Jika diperlukan, dapat dilakukan pemindaian seperti CT scan, MRI, dan USG, untuk mengetahui ukuran dan ketebalan kelenjar tiroid, serta risiko tumor.
Pengobatan terhadap hipertiroid bisa dilakukan berbagai cara dari mulai memberikan obat oral yang menekan produksi hormon tiroksin dan triiodotironin, radioterapi, obat untuk mengurangi gangguan pada jantung sampai tindakan operasi berupa pengangkatan kelenjar tiroid sebagian atau seluruhnya.
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk mendukung pengobatan dokter, seperti:

  • Mengikuti diet yang disarankan dokter
  • Mengonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup
  • Menjaga asupan kalori
  • Menjaga berat badan dan menghindari obesitas

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan salam sehat:)

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.