Bagaimana pengasuhan orang tua untuk pengembangan potensi anak

– Apakah bisa mengetahui potensi anak melalui tipe kecerdasan berdasarkan multiple intelligence (kecerdasan majemuk) Howard Gardner?
– Lalu bagaimana upaya parenting untuk pengembangan potensi anak?
– Saya mencari di sebuah referensi paper tentang teknik parenting yang menjelaskan teknik parenting grusec untuk pelaksanaan program parenting, teknik parenting grusec tersebut yaitu teknik monitoring, pemberian rekomendasi aktivitas, memberi reward & punishment, komunikasi, dan disiplin. Dari teknik parenting grusec ini apakah bisa jika saya menggunakan teknik pemberian rekomendasi aktivitas, memberi reward & punishment, dan monitoring untuk diterapkan dalam pengembangan potensi anak?
– Jadi semisal dari potensi anak saya mengetahui anak memiliki tipe kecerda asan verbal/linguistik, lalu untuk pengembangan potensi anak saya terapkan teknik pemberian rekomendasi aktivitas sesuai tipe kecerdasan verbal dengan membuat jadwal rutinitas keseharian pada anak. Setelah memberikan jadwal rutinitas, saya melakukan teknik monitoring dari tiap jadwal rutinitas yang dikerjakan oleh anak, kemudian saya akan menerapkan teknik reward & punishment apakah anak mengerjakan jadwal rutinitas dengan tuntas atau tidak. Dari perumpamaan ini bagaimana menurut dokter?

1 Jawaban Dokter

Staff 10/01/2019
Public

 
Selamat pagi sobat,
Terimakasih telah menggunakan layanan tanyadok.
Howard Gardner, mengembangkan model kecerdasan “multiple intelligence” yang artinya bermacam-macam kecerdasan. Maksudnya setiap orang memiliki bermacam-macam kecerdasan, tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Yang di maksud kecerdasan menurut Gardner adalah suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkembangkan. Setiap anak bisa memiliki 8 jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. Untuk itu, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya. Teknik parenting terbaik untuk mengembangkan potensi anak yaitu dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat dan bakat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari.
Berikut 8 tipe  kecerdasan berdasarkan Howard Gardner:

  1. Kecerdasan Linguistik, yaitu kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Jika anak menunjukkan kesukaannya seperti ini, orangtua bisa memberikan buku-buku cerita, mainan huruf alphabet, kertas untuk menulis, atau mainan yang berkaitan dengan huruf dan kata-kata lainnya yang bisa menstimulasi kecerdasannya ini.
  2. Kecerdasan Logik Matematik, ialah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal). Untuk  mengasah kemampuannya ini, berikan anak-anak alat berhitung yang menarik, benda-benda untuk dihitung, balok bertulisan angka-angka, puzzle, hingga timbangan untuk mengukur berat.
  3. Kecerdasan Visual dan Spasial, adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat). Untuk anak ini, berikanlah buku gambar, perlengkapan untuk mewarnai seperti kuas dan cat air, dan kamera. Seringlah melakukan kegiatan menggambar bersama hingga mengunjungi museum seni.
  4. Kecerdasan Musik, adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar. Untuk mendukung minat anak di bidang musik, berikanlah ia alat musik seperti drum kecil, keyboard, piano, pianika, dan berbagai alat musik lainnya. Ajaklah si kecil bermain musik bersama, bernyanyi, mendengarkan musik, bahkan mengajaknya menonton konser musik anak-anak.
  5. Kecerdasan Interpersonal, ialah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Anak seperti ini sangat cocok diberikan kostum-kostum untuk bermain drama atau teater boneka. Orangtua bisa mengajak mereka bermain bersama di luar rumah atau sering mengajak si kecil datang ke acara keluarga untuk bersosialisasi.
  6. Kecerdasan Intrapersonal, adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri. Jika si kecil menunjukkan tanda kecerdasan ini, berikan ia dukungan dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk bermain sendiri, boneka, atau mainan untuk main peragaan. Orangtua bisa mengajak si kecil berbicara mengenai perasaannya dan menanyakan pendapat mereka tentang berbagai hal.
  7. Kecerdasan Kinestetik, ialah kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan. Untuk mendukung kecerdasannya, berikan anak mainan balok-balok kayu, kantong pasir agar ia bisa membuat suatu bangunan atau rumah-rumahan. Bisa juga memberikan anak tali untuk bermain lompat tali. Anak seperti ini sangat senang diajak berolahraga bersama keluarga, membuat prakarya, atau menonton pertunjukkan balet atau teater.
  8. Kecerdasan Naturalis, adalah kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang di jumpai di alam maupun lingkungan. Untuk mendukungnya, berikan anak binatang peliharaan, akuarium, sediakan kebun dan tanaman, hingga alat teropong untuk melihat burung-burung. Anak seperti ini sangat suka diajak berjalan-jalan di alam bebas, pergi ke kebun binatang, dan melakukan kegiatan berkebun bersama sambil mengenal jenis tanaman dan hewan atau serangga yang ditemui.

Mengenai teknik parenting yang dikemukakan Grusec secara umum merupakan teknik-teknik yang biasa diterapkan dalam pengasuhan anak yaitu:

  1. Teknik Disiplin. Setiap orang tua mengajarkan perilaku disiplin kepada anak-anaknya. Namun, karakter anak-anak dan orang tua berbeda-beda sehingga setiap orang tua mungkin menerapkan teknik disiplin yang berbeda-beda dan dianggap paling efektif untuk menumbuhkan perilaku disiplin anak.
  2. Teknik Monitoring atau Pemantauan. Teknik ini dipakai orang tua untuk mengetahui kegiatan apa yang dilakukan anak, bagaimana kondisi anak, dan dampaknya kepada anak.
  3. Reward atau penghargaan. Teknik ini diterapkan oleh orang tua yang memberi penghargaan apabila anak patuh dan melakukan suatu perilaku yang positif.
  4. Rutinitas sehari-hari. Teknik ini diterapkan orang tua dengan memberikan suatu tugas yang dilakukan sehari-hari seperti membantu mencuci piring, menyapu,
    merapikan tempat tidur dll. Teknik ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap mandiri dan rajin pada anak.
  5. Prearming adalah teknik yang diterapkan oleh orang tua dalam hal berkomunikasi. Orang tua mengkomunikasikan kepada anak apa yang baik untuk mereka lakukan dan apa yang tidak baik atau dilarang untuk dilakukan serta menjelaskan apa alasannya.

Teknik-teknik parenting tersebut tentu perlu disesuaikan dengan karakter dan kondisi anak. Orangtua yang mempersiapkan dan membekali dirinya dengan pengetahuan mengenai pengasuhan dan memahami karakter anak mereka dapat menerapkan teknik parenting yang tepat dan sesuai dalam mengasuh anak mereka. 
Perlu diingat bahwa seorang anak bisa memiliki 8 jenis kecerdasan berdasarkan Howard Gardner, jadi sebaiknya disesuaikan dengan jenis kecerdasan yang dimiliki sang anak, kecerdasan mana saja yang menjadi kelebihan anak, itulah yang dikembangkan dan didukung. 
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan salam sehat:)

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.