vagina selalu berdarah

vagina selalu kluar darah sudah satu bulan awal nya dari haid udh sebulan blum berhenti henti pendarahaan nya sudah periksa k dokter kandungan d kasih obat obat sudah hbis masih tetap kluar darah .. sempat berhenti selama 2 hari dri pendarahaan saya melakukan hubungan intim sama suami saya sesudah berhubungan intim kluar lg pendarahaan skrng sudah 2 hari masih kluar darah .. trus semenjak saya melahirkan tiap berhubungan intim sama suami kemaluaan suami saya masuk k dlam vagina saya suka sakit suka berasa k rahim saya sakit nya sesudah selasai berhubungan intim sama suami saya suka lngsung kluar darah .. saya sudah 4 thun melahirkan sampei skrng tiap melakukan hubungan intim sama suami suka sakit dan sudah selesai brhubungan intim suka lngsung kluar darah ..

1 Jawaban Dokter

Staff 04/01/2019
Public

Selamat siang sobat,
Terimakasih telah menggunakan layanan tanyadok.
Kami mengerti kekhawatiran yang sobat rasakan. Keluhan yang sobat ceritakan dalam bahasa medis disebut menometroragia yaitu berupa perdarahan abnormal pada vagina yang tidak berkaitan dengan siklus haid dan perdarahan yang terjadi sangat banyak. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai kelainan berikut:

  • Gangguan hormonal berupa hormon estrogen yang tinggi, hal tersebut dapat dipicu akibat stres dan obesitas.
  • Endometriosis: jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus).
  • Tumor jinak (polip, fibroid)
  • Kanker serviks
  • Kelainan pembekuan darah

Seorang wanita usia subur yang sudah menikah atau aktif secara seksual sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Wanita usia subur yaitu dalam rentang usia 20-45 tahun. Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan setiap dua tahun, sejak usia 21 tahun. Setelah usia 30 tahun, tes ini dapat dilakukan setiap tiga tahun.  Pemeriksaan Pap smear dapat dikombinasikan dengan tes yang lebih spesifik untuk mendeteksi Human Papillomavirus (HPV), terutama pada wanita 30 tahun ke atas.  Pemeriksaan Pap smear rutin sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. 
Sebaiknya sobat konsultasikan langsung kepada dokter kandungan mengenai keadaan sobat, nanti dokter akan melalukan pemeriksaan berupa pemeriksaan USG serta Pap smear jika memang dicurigai adanya tanda-tanda keganasan. Untuk sementara hentikan dulu berhubungan seksual selama perdarahan belum berhenti, selalu jaga kebersihan organ intim dan jaga pola hidup yang sehat.
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan salam sehat:)
 

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.