Suntik jerawat batu aman atau tidak

Dok saya memiliki masalah hormonal yaitu timbul jerawat batu setiap bulan pada saat menstruasi dan masa subur.yang pernah saya baca dari artikel bahwa jerawat batu itu lebih ampuh kalau disuntik dan tidak akan meninggalkan bekas,kalau tidak disuntik dia akan meninggalkan bekas hitam.saya pernah melakukan suntik jerawat saat parah sekali dan meradang.yang ingin saya tanyakan amankan sebenarnya suntik jerawat itu?apa dampak bagi kesehatan?berapa periode saya bisa melakukan suntik jerawat kembali?terima kasih dok

1 Jawaban Dokter

Staff 24/12/2018
Public

Selamat Siang, Terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok 🙂 
Suntik jerawat dilakukan untuk mengatasi jerawat yang meradang, seperti jerawat papula, jerawat nodul, dan jerawat kista, menggunakan obat kortikosteroid. Meski cukup efektif menghilangkan jerawat meradang, namun prosedur ini tidak dianjurkan untuk mengobati jerawat ringan hingga sedang. Biasanya, jerawat yang telah disuntik akan membaik dalam 1-2 hari. Selain mengurangi peradangan, prosedur ini juga mencegah munculnya bekas jerawat pada kulit.
Suntik jerawat aman bila dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau dokter umum yang kompeten. Hal ini dikarenakan prosedur penyuntikan hingga penentuan dosis obat harus disesuaikan dengan kondisi jerawat. Jika tidak, suntik jerawat akan menimbulkan masalah lain, seperti munculnya jaringan parut atau penipisan kulit.
Meski suntik jerawat tergolong aman, namun orang dengan kondisi tertentu tidak dianjurkan melakukan prosedur ini, di antaranya:

  • Wanita hamil.
  • Anak-anak.
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit hati, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
  • Menderita penyakit infeksi, seperti tuberkulosis dan infeksi jamur.
  • Penderita gangguan tiroid.
  • Penderita tukak lambung.
  • Penderita gagal jantung.

Yang perlu Sobat pahami adalah suntik jerawat bukan untuk menyembuhkan dan menghentikan munculnya jerawat di permukaan kulit, namun untuk mengatasi reaksi peradangan yang sedang terjadi. Oleh sebab itu, suntik jerawat dilakukan bila diperlukan saja, bukan prosedur rutin yang bisa dilakukan setiap kali Anda berjerawat. Pengobatan pun tetap harus dikombinasikan dengan perawatan jerawat lainnya, seperti krim atau obat minum untuk jerawat.
 
Jika obat yang disuntikkan terlalu banyak, akan menimbulkan bekas luka pada area yang disuntik, atau bahkan penipisan jaringan kulit sehingga tampak lebih cekung. Efek samping lain dari penggunaan obat kortikosteroid yang berlebihan dapat berupa: Mengalami perubahan warna kulit, Permukaan kulit menjadi kering, Infeksi di daerah penyuntikan. Meskipun jarang terjadi, sebagian orang mungkin memiliki alergi terhadap obat-obatan kortikosteroid. Apabila terjadi reaksi alergi, gejala yang ditimbulkan dapat berupa gatal-gatal, pembengkakan pada bibir, lidah atau tenggorokan, hingga kesulitan bernapas. Oleh sebab itu, sebelum melakukan prosedur ini, beri tahu dokter bila Sobat memiliki alergi tertentu.
Demikian penjelasan dari kami, Semoga dapat membantu, Semoga Sobat dan Keluarga selalu dalam keadaan Sehat, Salam Sehat 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.