Saya tidak bisa mencium bau

Saya Nurul, usia 24 tahun. Sudah tidak bisa mencium bau apapun sejak 3 tahun yang lalu. Kondisi hidung selalu ada cairan, yang harus sering dikeluarkan (berupa ingus tidak terlalu kental namun tidak cair seperti ingus pilek), itu terjadi setiap hari sudah bertahun2. Saya sudah ke dokter THT namun katanya bukan sinusitis dna tidak diharuskan rontgen. Saya penasaran kira2 apa penyebab dan cara mengatasnya dok?

Terimakasih sebelumnya.

1 Jawaban Dokter

Staff 23/12/2018
Public

Halo Sobat, Terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok 🙂

Keluhan Sobat diatas dapat terjadi pada kemungkinan beberapa penyebab dibawah ini :

1. Rinitis alergika

Rinitis alergi adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi. Gejala pada kondisi ini biasanya langsung timbul setelah seseorang terpapar pemicu alergi (alergen). Beberapa gejalanya meliputi:
Hidung berair atau tersumbat, Bersin-bersin, Mata yang gatal atau berair, Kelelahan, Batuk-batuk. Gejala ini dapat terjadi bersamaan atau salah satunya saja. Rinitis alergi biasanya terjadi pada pagi hari atau sore dan malam hari, atau bila penderita terpapar zat alergen seperti cuaca, debu, tungau, serbuk bunga.

2. Sinusitis

sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan dari jaringan yang melapisi sinus, yaitu rongga yang membantuk tengkorak, berada di dahi, pipi, belakang mata, dan belakang hidung.

Gejala yang bisa terjadi pada sinusitis :
Nyeri wajah atau tekanan pada wajah, Pilek, Hilangnya kemampuan membaui, Batuk, Demam, Bau mulut, Kelelahan, Nyeri gigi. Gejala ini dapat terjadi bersamaan atau salah satunya saja.

3. Hipertrofi konka

Hipertrofi = pembesaran, sedangkan konka adalah kelenjar limfa hidung (nasal) yang berfungsi untuk menangkap kuman dan melawan infeksi.

Hipertrofi konka nasalis kerap terjadi akibat proses infeksi dan iritasi yang kronis, bisa juga akibat alergi. Gejala utamanya adalah hidung tersumbat. Komplikasinya bila tidak tertangani adalah sinusitis, yang ditandai dengan keluarnya lendir hidung dan hidung tersumbat, disertai sakit kepala.

4. Polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan pada dinding saluran pernapasan hidung atau pada sinus. Polip adalah jaringan yang lembut, tidak terasa sakit dan tidak bersifat kanker. Polip memiliki bentuk seperti anggur yang tergantung pada batangnya.

Polip hidung memiliki ukuran yang beragam dengan warna yang serupa. Polip dengan ukuran besar bisa menyumbat saluran hidung. Ini bisa menyebabkan munculnya gejala polip seperti hidung tersumbat, hidung berair, kesulitan bernapas, gangguan pada indera penciuman dan indera perasa. Sedangkan polip berukuran kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun.

Untuk memastikan apa penyebab sebenarnya tentunya dengan wawancara serta pemeriksaan fisik secara langsung terhadap Sobat, untuk penyebab polip hidung, hipertrofi konka, rinitis alergika kemungkinan dapat terdiagnosa walaupun untuk melihat sejauh mana perkembangan penyakit itu tetap diperlukan adanya pemeriksaan rontgen atau mungkin ct scan jika diperlukan. Sementara untuk sinusitis diperlukan adanya pemeriksaan rontgen.

Sobat dapat mendatangi dokter spesialis THT dan memastikan apakah penyakit Sobat, carilah dokter yang menjelaskan atau Sobat dapat bertanya kira-kira apa penyebab pasti penyakit Sobat.

Untuk rinitis alergika kemungkinan untuk benar-benar menghilangkannya tidak bisa, namun hanya dapat mengurangi gejala dengan obat dan menghindari paparan alergen. Sementara untuk hipertrofi konka dan sinusitis dapat diberi obat terlebih dahulu, jika sudah tidak tertangani dapat dilakukan tindakan operasi. Untuk polip hidung tindakan yang dilakukan adalah dengan menghilangkannya dengan operasi.

Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan, Semoga dapat membantu dan Semoga segera sembuh dan Sehat kembali ya Sobat, Salam Sehat 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.