bengkak kaki sebelah kanan

sore dok, saya mau nanya.
ibu saya setelah operasi 3 bln belakangan ini ko yg saya perhatiin kaki bengkak iya.
apa penyebab karna sering jalan & kecapean dapat mempengaruhi itu semua ?

1 Jawaban Dokter

Staff 20/12/2018
Public

Selamat Sore Sobat ūüôā
Dalam ilmu medis, kaki bengkak biasanya disebabkan oleh edema atau adanya penumpukan cairan pada tubuh, tepatnya di kaki. Pembengkakan pada kaki dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seseorang. Penderita penyakit ginjal dan jantung umumnya akan mengalami pembengkakan kaki.

Berikut beberapa hal yang menyebabkan kaki bengkak:

  1. Limfedema. Kondisi medis akibat gangguan pada pembuluh getah bening yang menghambat peredaran cairan pada kaki. Akibatnya cairan menumpuk dan membuat kaki bengkak.
  2. Cedera. Pembengkakan pada kaki bisa terjadi karena cedera pada kaki dan pergelangan kaki. Ketika pergelangan kaki cedera atau salah melangkah, ligamen (sebuah pita fleksibel yang menghubungkan tulang dengan tulang) akan merenggang melampaui batas normal. Hal tersebut menyebabkan kaki bengkak.
  3. Infeksi. Kaki bengkak akibat infeksi lebih sering dialami oleh penderita diabetes dan yang memiliki masalah saraf pada kaki. Jadi, jika Ibu Sobat menderita penyakit tersebut, Ibu Sobat perlu benar-benar memerhatikan kondisi kaki, terutama ketika terjadi lecet dan luka.
  4. Pembekuan darah. Pembekuan darah di pembuluh darah pada kaki akan mengakibatkan aliran darah dari kaki ke jantung terhambat. Penumpukan darah beku bisa memicu kaki bengkak.
  5. Mengidap penyakit. Kaki bengkak bisa mengindikasi bahwa seseorang menderita penyakit ginjal, jantung atau hati. Ketika ginjal terganggu atau tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, cairan dapat menumpuk di kaki yang mengakibatkan pembengkakan.
  6. Insufisiensi vena. Kaki bengkak bisa menjadi gejala awal Ibu Sobat mengalami insufisiensi vena, yaitu kondisi ketika darah tidak bisa bergerak naik dari pembuluh darah di kaki ke jantung. Hal ini mengakibatkan pembengkakan pada kaki. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan borok kulit, infeksi, dan perubahan kulit.
  7. Efek samping obat. Beberapa obat bisa menyebabkan kaki bengkak di antaranya obat diabetes, obat antiinflamasi non-steroid, obat antidepresan, obat steroid, obat untuk tekanan darah, dan penggunaan alat kontrasepsi oral.
  8. Penyebab lainnya. Wanita yang sedang dalam siklus menstruasi mungkin bisa mengalami kaki bengkak. Selain itu, berdiri terlalu lama, mengendarai mobil atau melakukan perjalanan dengan pesawat dalam waktu lama juga bisa menjadi faktor pemicu pembengkakan pada kaki.

Beberapa tips untuk mengurangi pembengkakkan pada kaki :

  • Turunkan berat badan jika berlebihan.
  • Kompres dengan air dingin¬†yang dibalut handuk.
  • Ibu Sobat bisa berbaring lalu angkat kaki ke atas.
  • Kurangi asupan garam.
  • Gunakan stoking kompresi.
  • Hindari terlalu lama berdiri.
  • Lakukan olahraga ringan yang menggerakkan kaki.
  • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat, terutama pada bagian paha.

Jika penyebab kaki bengkak karena efek samping obat-obatan, jangan langsung berhenti mengonsumsinya tanpa seizin dokter. Ibu Sobat bisa menemui dokter kembali untuk meminta alternatif obat.
Jika dengan cara-cara tersebut kondisi kaki Ibu Sobat tidak kunjung membaik atau bertambah parah, Sobat dapat berkonsultasi ke dokter. dikarenakan beberapa penyebab pembengkakan pada kaki seperti yang diakibatkan oleh gangguan pada organ jantung, ginjal dan hati memerlukan penanganan khusus.
Sobat dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter akan melakukan wawancara secara langsung terkait dengan riwayat pembengkakkan, serta melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga akan membutuhkan pemeriksaan laboratorium terkait dengan fungsi-fungsi organ tubuh terutama ginjal, jantung dan hati, Sehingga didapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat. 
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, Semoga bermanfaat dan Semoga Ibu Sobat dan keluarga diberikan kesehatan selalu.
Terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok, Salam Sehat ūüôā

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.