sering buang air kecil dan urine selalu merembes

assalamualikum dok. saya ibu linda, pada tgl 27 september saya menjalani operasi angkat rahim dikarenakan ada miom. setelah 10 hari selesai operasi saya mengalami kebocoran urine yang menyebabkan urine keluar melalui vagina. lalu pada tgl 5 november saya harus menjalani operasi lagi untuk menutup fistula tersebut dan saya harus menggunakan kateter sampai tgl 22 desember. setelah kateter dibuka urine saya masih merembes dan sering buang air kecil bahkan kadang tidak bisa ditahan. mohon penjelasannya dok

1 Jawaban Dokter

Staff 18/12/2018
Public

Selamat siang sobat,
Terimakasih telah menggunakan layanan tanyadok.
Kateter merupakan selang panjang dengan diameter kecil yang berbahan fleksibel. Selang kateter ini dapat terbuat dari plastik, karet, silikon, atau lateks. Fungsinya untuk mengalirkan urin yang sudah terkumpul di kandung kemih untuk dibuang dari tubuh. Pemasangan kateter dilakukan oleh perawat atau dokter di rumah sakit.
Kateter dimasukkan ke kandung kemih melalui uretra (lubang tempat keluarnya urine), atau bisa juga melalui sebuah lubang yang dibuat melalui sayatan di perut bagian bawah. Pada saat kateter ini sudah mencapai kandung kemih, urine akan mengalir keluar melalui selang, untuk kemudian dialirkan ke dalam sebuah kantong penampung khusus. 
Seseorang perlu menggunakan kateter apabila ia:

  • Tidak dapat buang air kecil sendiri
  • Tidak bisa mengendalikan frekuensi buang air kecilnya atau aliran urinnya.
  • Memiliki masalah kesehatan kemih.
  • Dirawat inap untuk operasi.
  • Sedang dalam koma.
  • Dibius dalam jangka waktu lama.

Kebanyakan pemasangan kateter diperlukan sementara saja sampai pasien bisa kembali buang air kencing sendiri.
Sebelum kateter dicopot sebaiknya dilakukan Bladder Training yang merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kandung kemih yang mengalami gangguan ke keadaan normal. Bladder training digunakan untuk mencegah atau mengurangi frekuensi buang air kecil yang sering atau mendesak dan inkontinensia urin (tidak bisa menahan pengeluaran urin). Caranya adalah dengan mengikat selang kateter sampai pasien merasakan ingin membuang air kecil lalu ikatan dilepas dan dilakukan beberapa kali sampai pola berkemih normal lalu kateter dilepaskan.
Prosedur Bladder training biasanya dipandu oleh tenaga kesehatan seperti dokter atau perawat, namun bisa juga dilakukan secara mandiri di rumah.

  1. Cobalah untuk buang air kecil pada waktu yang teratur. Mulailah dengan memilih interval waktu seperti tiap 1 jam.
  2. Selama satu hari pergilah ke toilet sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, hal ini untuk melatih kandung kemih mematuhi jadwal yang telah dibuat.
  3. Jika selama 4 hari berhasil, maka interval aktu dapat ditingkatkat 15-30 menit, dan diulang selama 4 hari berikutnya sampai interval 3-4 jam.
  4. Jika ingin sekali buang air kecil, namun bukan pada jadwalnya, maka bisa ditahan dan teknik relaksasi (napas dalam)

Jika keluhan yang sobat rasakan makin memburuk, atau semakin tidak dapat mengontrol urin yang keluar, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan salam sehat 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.