1 Jawaban Dokter

Staff 15/12/2018
Public

Selamat pagi sobat,
Terimakasih telah menggunakan layanan tanya jawab tanyadok.
Retinoblastoma adalah kanker yang bermula di retina atau selaput jala mata. Retinoblastoma menyerang retina yang terletak pada dinding bola mata bagian belakang. Retina merupakan jaringan saraf yang membuat mata bisa melihat. Saat terjadi retinoblastoma, sel-sel mata yang disebut retinoblas tidak berubah menjadi sel matang, melainkan terus membelah diri sehingga membentuk kanker pada retina.
Hingga saat ini penyebab terjadinya mutasi gen belum dapat dipastikan. Sekitar 25% dari kasus retinoblastoma diturunkan dengan pola autosomal dominan, yaitu meskipun hanya salah satu orang tua yang mewariskan gen tersebut pada anak, dapat meningkatkan risiko terjadinya retinoblastoma.
Tanda yang muncul dari retinoblastoma adalah berupa leukokoria, yaitu adanya warna putih pada pupil mata saat disinari cahaya. Pembuluh darah yang berada di belakang mata seharusnya memancarkan warna merah jika disinari cahaya. Selain itu, tanda-tanda yang dapat menyertai retinoblastoma adalah:

  • Mata merah dan bengkak.
  • Gerakan mata kanan dan kiri berbeda, atau tidak sejalan.
  • Pupil selalu terbuka lebar

Terdapat beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk membunuh sel kanker pada retinoblastoma, di antaranya:

  • Terapi laser
  • Krioterapi. Terapi ini menggunakan cairan nitrogen untuk membekukan sel kanker sebelum diangkat
  • Radioterapi
  • Kemoterapi. Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker.

Jika tumor sudah sangat besar dan sulit ditangani dengan metode lainnya, maka dokter dapat merekomendasikan operasi pengangkatan bola mata. Prosedur ini dijalankan dengan beberapa tahapan yang diawali dengan pengangkatan bola mata yang terkena kanker. Setelah itu, sebuah bola mata buatan (implan) akan dipasang dan disambungkan dengan otot-otot mata. Jaringan otot mata akan beradaptasi dengan bola mata buatan seiring proses penyembuhan, sehingga nantinya  bola mata buatan tersebut dapat bergerak seperti mata sungguhan, walaupun tidak bisa melihat.
Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat dan salam sehat:)

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.