Mual, muntah

Selamat sore dok, saya ingin menanyakan perihal kondisi saya.
Tadi pagi saya merasakan mual hebat, saya sudah pergi ke kamar mandi untuk muntah namun tidak ada muntah yang keluar. Saya terus merasakan mual. Kebetulan saya sekamar dengan seorang perawat, ia menyuruh saya untuk muntah agar merasa lega. Akhirnya siang tadi saya memaksa diri saya untuk minum banyak air agar saya muntah. Namun muntah saya tidak kunjung keluar. Teman sekamar juga membantu dengan menekan-nekan perut saya, namun muntah saya tetap tidak keluar. Akhirnya ia memasukkan jarinya ke tenggorokan saya, lalu akhirnya saya muntah. Selanjutnya muntah saya keluar semua tanpa dipaksa. Saya muntah-muntah banyak sekali. Yang saya bingung, seharian saya hanya minum air putih, namun selain muntah air, saya juga muntah cairan kuning di akhir-akhir muntah saya. Setelah muntah, saya sempat merasa lega. Namun sekarang saya kembali merasakan ingin muntah.
Yang ingin saya tanyakan, apakah boleh memaksa diri untuk muntah seperti itu ketika mengalami mual? Bolehkah saya memaksa diri untuk muntah lagi? Dan jika sedang mual, apa yang sebaiknya dilakukan? Apakah menahan rasa mual tersebut agar tidak muntah ataukah biarkan muntahnya keluar? Mengapa setelah muntah saya tidak merasa lega dan kembali ingin muntah? Dan mengapa saya muntah cairan kuning meski saya hanya meminum air putih? Terima kasih dok

1 Jawaban Dokter

Staff 10/12/2018
Public

Selamat Sore Sobat, Terima Kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok ūüôā
Kami mengerti kekhawatiran Sobat,
Mual disertai muntah merupakan dua gejala yang sering terjadi sebagai bentu salah satu gejala pada banyak penyakit. Beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan keluhan muntah berwarna kuning, antara lain :

  • Refluks empedu
    Dalam keadaan normal, cairan empedu bersamaan dengan enzim pankreas dikeluarkan ke usus dua belas jari untuk membantu proses pencernaan. Penyebab muntah kuning pada umumnya terjadi ketika cairan empedu yang dihasilkan oleh hati dialirkan kembali ke dalam lambung dan kerongkongan (esofagus), sehingga termuntahkan bersama isi lambung. Cairan empedu menyebabkan isi muntahan menjadi berwarna kuning kehijauan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada penderita penyakit asam lambung (GERD). Kondisi ini juga dapat terjadi ketika lambung tidak berisi makanan atau minuman pada saat muntah, keracunan makanan, dan konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak secara langsung.
  • Penyumbatan atau obstruksi saluran cerna
    Kondisi ini dapat terjadi ketika usus tersumbat yang menyebabkan gerakan makanan atau cairan di dalam saluran pencernaan menjadi terganggu. Ketika saluran cerna tersumbat, cairan dan makanan di dalamnya dapat tertumpuk sehingga meningkatkan tekanan di dalam saluran pencernaan. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab muntah pada orang dewasa maupun pada anak-anak.
  • Riwayat operasi
    Riwayat operasi lambung dan saluran empedu juga dapat meningkatkan risiko muntah berwarna kuning. Terjadinya muntah kuning ini diduga berkaitan dengan peradangan pada dinding lambung dan saluran empedu pasca operasi, serta riwayat infeksi bakteri H. pylori sebelumnya.
  • Kehamilan
    Morning sickness adalah gejala mual dan muntah yang terjadi pada masa awal kehamilan. Ketika keluhan muntah menjadi lebih sering, atau terjadi hiperemesis gravidarum, muntah dapat terjadi ketika lambung belum terisi makanan sehingga yang dikeluarkan adalah muntah kuning yang mengandung cairan empedu.
  • Radang usus buntu
    Kondisi di mana muntah dibarengi dengan nyeri perut yang terasa sangat parah. Radang usus buntu adalah kondisi berbahaya yang harus segera mendapatkan penanganan medis.
  • Sindrom muntah berulang atau¬†cyclic vomiting¬†syndrome
    Terkadang, muntah juga dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya. Kondisi ini dikenal dengan istilah sindrom muntah berulang (cyclic vomiting syndrome/CVS). Namun, ada beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya sindrom ini, misalnya alergi, pilek, gangguan cemas, radang sinus, kelelahan, dan cuaca panas. 

Mengingat banyaknya kemungkinan lain yang dapat menyebabkan keluhan muntah, Sobat perlu mengetahui penyebabnya apakah dikarenakan Sobat terlambat makan atau tidak makan sewaktu jam makan. jika Sobat mungkin juga mempunyai sakit maag maka ketika Sobat merasa mual mungkin Sobat perlu untuk meminum obat maag sehingga perut tidak menjadi kosong dan tidak keluar muntah kuning dari empedu. Atau jika hal ini berulang kali dan Sobat belum menemukan kemungkinan penyebab dari salah satu keadaan diatas, maka Sobat dapat menemui dokter spesialis penyakit dalam agar dapat dilakukan serangkaian pemeriksaan medis untuk menentukan penyebab muntah yang Sobat alami.
Namun muntah pada umumnya tidak memerlukan penanganan medis serius, selama memiliki penyebab yang jelas dan dapat sembuh dengan penanganan sederhana. Meski demikian, jika muntah kuning disertai keluhan-keluhan lain, disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Beberapa keluhan yang perlu diwaspadai bila mengalami muntah kuning adalah:

  • Nyeri di bagian dada atau ulu hati.
  • Muntah lebih dari satu atau dua hari.
  • Sesak napas.
  • Lemas atau dehidrasi
  • Ada bercak darah pada isi muntahan
  • Muntah yang terjadi terus-menerus sehingga menyebabkan berat badan turun secara drastis.
  • Demam tinggi.
  • Kaku pada bagian leher.

Apa pun penyebabnya, muntah berwarna kuning adalah kondisi yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter. Untuk mencari penyebab muntah kuning, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik disertai pemeriksaan penunjang, seperti Rontgen perut, endoskopi, dan pemeriksaan asam lambung.
Demikian penjelasan dari kami, Semoga bermanfaat dan Semoga Sobat diberi kesehatan selalu, Salam Sehat:)

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.