1 Jawaban Dokter

Staff 26/11/2018
Public

Selamat Malam Sobat, 
Terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok 🙂
Diare disertai muntah sering disebut orang awam dengan Gastroenteritis. 
Diare atau mencret hanyalah salah satu dari kumpulan gejala gastroenteritis. Jika dilihat dari golongan umur dan frekuensinya, belum tentu juga semua mencret bisa disebut diare. Yang dimaksud diare menurut organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) adalah kejadian buang air besar dengan bentuk tinja yang lebih cair dari biasanya, dengan frekuensi lebih sering dari biasanya lebih dari 3 kali sehari, Jadi, konsistensi tinja atau kotoran yang ditekankan. Penyebutan diare pada bayi menyusui akan berbeda dengan dewasa. Bayi yang memperoleh air susu ibu (ASI) eksklusif biasanya mengeluarkan tinja yang agak cair, di mana frekuensinya bisa 5 kali sehari. Hal ini juga belum bisa disebut diare.
Gastroenteritis sering disingkat dengan GE. Kasus GE masih menjadi perhatian karena sering menyebabkan kematian terutama pada bayi dan anak-anak, golongan lanjut usia, serta orang yang memiliki masalah dengan daya tahan tubuh rendah. Lebih banyak kematian terjadi di negara yang sedang berkembang dengan tingkat kebersihan yang rendah. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), WHO menyebutkan angka kematian karena diare di Indonesia sudah menurun, tapi angka penderitanya tetap tinggi, terutama di negara berkembang. Kasus rawat inap karena diare pun masih menempati urutan atas di setiap rumah sakit di Indonesia pada tahun 2008.
Lalu pertanyaan Sobat tentang apa saja penyebab diare disertai muntah, penyebabnya bisa infeksi dan non-infeksi. Penyebab Gastroenteritis (GE) terbesar adalah karena infeksi. Gastroenteritis infeksi bisa disebabkan oleh organisme virus, bakteri, dan atau parasit. Tersering disebabkan oleh virus, yaitu rotavirus, yang terkait dengan diare akut.
Sedangkan penyebab non-infeksi bisa terjadi karena alergi makanan, minuman, obat-obatan, dan keracunan, misalnya pada bayi menyusui karena ibunya mengalami perubahan pola diet. Efek samping makanan, minuman, dan obat yang dikonsumsi juta turut punya andil sebagai penyebab keluhan di perut ini.
Menurut perjalanan penyakitnya, gastroenteritis dibedakan menjadi gastroenteritis akut, akut berdarah, dan persisten. Viruslah yang paling sering dikaitkan dengan kasus gastroenteritis akut. GE jenis ini disebut akut karena sifat pemunculan gejalanya yang tiba-tiba, tapi cepat membaik dalam hitungan hari hingga 2 mingguan sesuai perjalanan alamiah penyakitnya. Gastroenteritis akut berdarah sering disebut disentri. Ada keterlibatan organisme yang merusak usus dan ditemukannya darah dalam tinja. Jika gastroenteritis berlanjut hingga lebih dari 14 hari, maka disebut persisten. Seringpula terjadi pada penderita dengan status gizi buruk, mengalami masalah dengan sistem kekebalan tubuh, dan sedang dalam keadaan infeksi.
Virus, bakteri, atau parasit penyebab bisa masuk ke saluran cerna melalui mulut atau melalui perantara makanan dan minuman tercemar yang dikonsumsi, sehingga penyakit ini disebut food borne disease. Bahkan rotavirus diduga dapat menular lewat udara. Setelah masuk ke saluran cerna melewati hadangan asam lambung, organisme menuju ke usus. Di usus ini organisme penyebab diare berkembang biak. Mereka mampu mengubah struktur dinding usus, menimbulkan peradangan, mengeluarkan toksin, dan mengganggu kerja sel usus dalam proses pencernaan dan penyerapan makanan/minuman. Hal ini menyebabkan gerak khas kontraksi atau peristalsis dinding usus meningkat. Gelombang kembung kempis ini memaksa isi usus yang belum tercerna dan terserap dengan baik terus maju dan meluncur makin ke bawah menuju pembuangannya, sehingga terjadilah mencret.
Demikian Semoga dapat membantu, Salam Sehat 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.