1 Jawaban Dokter

Staff 26/11/2018
Public

Halo Sobat,
Terima kasih atas pertanyaan, Kami mengerti kekhawatiran yang Sobat rasakan.
Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril, Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Tranfusi darah

Sekitar sepertiga kasus dari penderita hepatitis B dapat tidak mengalami gejala sama sekali. Sisanya, penderita hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan leas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan menurun, diare, badan terlihat kuning (ikterik), mual dan muntah.
Sobat dapat tetap menikah dan berkeluarga, namun komunikasikan yang baik kepada calon suami atau istri, Jika Sobat dinyatakan hepatitis B maka yang perlu diperiksa adalah apakah hepatitis B Sobat masih menularkan ke orang lain atau tidak. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu melakukan pemeriksaan HBeAg dan Anti HBe. Apabila hasil yang didapat seperti ini :

  • HBe Ag reactive/ positif dan Anti HBe non reaktiv/negatif artinya Hepatitis B masih infeksius
  • HBe Ag non reactive/negatif dan anti HBe reaktiv/positif artinya Menderita Hepatitis B tapi sudah tidak menular lagi, disebut dengan Hepatitis B carrier . 

Sebaiknya setiap melakukan hubungan seksual Sobat memakai alat kontraspesi kondom lateks atau Pasangan Sobat sebelum menikah atau sebelum berhubungan seksual sudah memiliki antibodi terhadap hepatitis B dengan cara Vaksin Hepatitis B. 
Dan sebaiknya Sobat menjalani pengobatan dengan rutin karena hepatitis B kronik dapat menyebabkan sirosis hepatis (gagal hati) jika tidak diatasi. Namun, Sobat tidak perlu khawatir, seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B akut akan menghilangkan virus ini dengan sendirinya  dalam waktu 6 bulan jika dilakukan pengobatan dan akan meningkatkan  daya tahan tubuhnya sendiri untuk melawan virus ini  pada orang dewasa. Meskipun dapat juga berkembang menjadi hepatitis B kronik. Setelah mereka sembuh, mereka tidak dapat  terinfeksi oleh virus hepatitis B lagi dan tidak dapat menularkannya ke orang lain (sudah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B). Namun, tetap berisiko terkena hepatitis jenis lain, seperti hepatitis A atau C.
Selain memastikan calon pasangan Sobat sudah mempunyai antibodi untuk melawan Hepatitis B (dengan cara vaksin yang terdiri dari beberapa suntikan) dan juga jika nanti Sobat mempunyai anak begitu lahir Jika orang tua mempunyai hepatitis B maka diminimalisir pencegahan infeksi karena dapat tertular dengan darah maupun cairan tubuh (biasanya vaksin dalam 12 jam setelah lahir dan diikuti suntikan berikutnya sesuai jadwal). 
Sekian, Semoga bermanfaat, Salam Sehat 🙂

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.