Hasil Lab

Beberapa hari yang lalu saya diopname (4 hari) akibat diare dan asam lambung naik.
Masuk lewat IGD sekitar jam 6 pagi, langsung di infus karena mungkin mengalami dehidrasi
Pada hari ke 4 diijinkan pulang karena kondisi sudah membaik dengan terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban keuangan di kasir. Keesokan harinya saya melihat perincian tagihan yang telah dibebankan.
Salah satunya ada biaya laboratorium cek darah lengkap.
Selama di RS baik itu di IGD maupun di ruang rawat inap saya tidak pernah diinformasikan untuk diambil darah untuk kepentinga laboratium
Di ruang IGD saya hanya berhadapan dengan dokter IGD dan perawat IGD, tidak ada informasi untuk diambil darah dan tidak ada perawat dari laboratorium yang mengambil darah saya
Begitu juga saat di ruang rawat inap, tidak ada informasi unt diambil darah dan tidak ada perawat dari laboratorium yang mengambil darah saya.
Pertanyaan saya:
Tidak ada informasi kepada pasien untuk diambil darah apakah itu dibenarkan?
Siapakah yang berwenang untuk mengambil darah untuk kepentingan test laboratorium?. Petugas laboratorium saja atau perawat IGD juga punya wewenang?
Berapa ml darah untuk pengambilan test darah lengkap? – kalau tidak salah biasanya disimpan dalam satu tube.
Posisi tempat pengambilan darah unt periksa darah lengkap di lengan dekat lipatan siku atau bisakah diambil pada saat tusuk jarum untuk infus?.

Terimakasih atas pencerahannya. Salam sehat.

1 Jawaban Dokter

Staff 08/11/2018
Public

Halo Selamat Sore Sobat,
Semoga keberkahan selalu bersama Sobat dan Keluarga, Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat telah sembuh dari sakit nya sobat kemarin. Baik saya jawab satu persatu ya,
Dalam kondisi sobat yang masuk lewat Unit Gawat Darurat dalam artian ini keadaan Sobat ada unsur ke Gawat Darurat an. Jika sobat dalam keadaan dehidrasi, tentu sudah pasti 99 persen jika diUGD terutama dalam kasus diare dengan dehidrasi dan juga ditambah ada riwayat asam lambung akan dicek darah lengkap yang bertujuan untuk mengetahui apakah sobat dehidrasi dan seperti diketahui keadaan dehidrasi adalah keadaan kekurangan cairan dalam tubuh, cairan dalam tubuh ini berupa air dan juga elektrolit, contoh dalam cek darah lengkap akan juga diperiksa kadar Kalium, Natrium, Clorida dan lain-lain, yang sangat berpengaruh kedalam diagnosis, peramalan yang akan terjadi jika tidak di betulkan kadar elektrolitnya, serta tentunya tindakan segera yang di ambil contoh misal pemberian cairan infus yang beraneka ragam ada yang Kadar Kaliumnya sekian Natriumnya sekian. Peramalan kondisi selanjutnya contoh kekurangan elektrolit contoh Na,K,Cl dapat mengakibatkan yang paling ringan mual muntah, kembung, lemas, kesadaran menurun sampai dengan yang berat yaitu kejang sampai dengan henti jantung
Dalam UU kedokteran dalam keadaan gawat darurat ada protab di perbolehkan di mana ada harus tindakan yang segera diambil tanpa informed consent dan untuk kasus sobat untuk mengetahui penyebab tentunya butuh mengetahui hasil laboratorium selain anamnesa dan pemeriksaan fisik dimana keadaan diare dengan dehidrasi yang di sebutkan di atas.
Lalu apakah ada wewenang tim UGD (tim Unit Gawat Darurat contoh perawat atau tim laboratorium) jawabannya sangat ada, di karenakan di dalam Unit Gawat Darurat mereka perawat, dokter sudah memiliki pelatihan dan wewenang dalam meringkas waktu yang amat darurat, di karenakan didalam UGD yang utama adalah life saving, waktu sangat penting, jadi apabila menunggu tim laboratorium akan memakan waktu. Berbeda halnya jika sobat datang melalui poliklinik rawat jalan, maka sangat amat jarang perawat mengambil darah. begitupun juga jika sobat sudah berada di ruang rawat sangat jarang sekali jika perawat dalam ruangan yang mengambil. Jadi dalam tim UGD atau jika dalam keadaan suatu bencana kedaruratan di perbolehkan Perawat, dokter umum yang mengambil darah. terutama dalam Unit UGD.
Lalu menjawab pertanyaan sobat apakah bisa di ambil darah dari tempat infus bukan disiku, Jawabannya adalah bisa, di siku biasanya pengambilan untuk pemeriksaan rawat jalan atau pasien di ruangan sedangkan dalam keadaan baru pertama kali tusuk dan sedang akan di infus memang lebih baik diambil darah dari tempat tusuk infus di karenakan dalam kedokteran memiliki asas mengurangi rasa sakit pasien jadi tidak perlu banyak tusukan jarum. Lalu mengenai banyaknya darah yang diambil tergantung apa yang akan di periksa ada yang butuh 1 tube setengah penuh, ada yang hanya butuh sedikit 1/5, 1/4 tube bermacam-macam, bahkan ada juga yang perlu 2 tube yang berbeda namun biasanya tidak penuh. 
Demikian, Semoga dapat membantu. Semoga Sobat dan keluarga di berikan kesehatan selalu,
Terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab Tanya Dok, Salam Sehat 🙂 

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.