1 Jawaban Dokter

Staff 09/10/2018
Public

Halo Sobat,
Kerontokan pada rambut merupakan hal yang normal bila jumlah rambut yang rontok tidak lebih dari 100 helai perharinya. Berikut adalah hal-hal yang dapat menyebabkan kerontokan pada rambut:

  • Usia yang bertambah

Kerontokan biasanya terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun, atau pada wanita setelah melewati masa menopause.
Hormon yang diduga berperan dalam proses perontokan rambut adalah dihydrotestosterone (DHT). Hormon ini dihasilkan oleh hormon progesteron. DHT akan menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga lama kelamaan rambut akan rontok.

  • Pengaruh gizi. Asupan gizi yang buruk dapat menyebabkan helai rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis dan rapuh.
  • Zat kimia. Rambut yang terlalu sering menjalani proses kimia di salon juga lebih rentan mengalami kerontokan. Sering mewarnai rambut dan meluruskannya secara permanen membuat batang rambut menjadi lebih rentan patah.
  • Diabetes, sindrom Down, dan hipertiroidisme. Ketiga kondisi ini bisa menyebabkan kerontokan yang disebut alopesia areata yang ditandai dengan pitak seukuran koin besar. Kerontokan ini biasanya terjadi pada remaja serta kalangan dewasa muda. Namun sebagian besar rambut penderitanya akan kembali tumbuh setelah satu tahun.
  • Efek samping obat-obatan. Kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani arthritis, depresi, gangguan jantung, serta tekanan darah tinggi.
  • Tekanan psikologis. Tekanan psikologis (misalnya stres) dapat mengakibatkan penderita mengalami penipisan rambut di kepala. Namun kerontokan seperti ini biasanya hanya bersifat sementara.
  • Penyakit kulit dan autoimun tertentu. Penyakit kulit yang menyebabkan terbentuknya tukak dan sejumlah penyakit autoimun bisa menyebabkan kerontokan permanen. Contoh-contoh kondisi tersebut di antaranya adalah lichen planus, sarkoidosis, dan lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
  • Pengobatan Kanker. Kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi dapat menyebabkan jenis kerontokan rambut yang disebut anagen efluvium (kerontokan menyeluruh). Kerontokan ini juga bisa berdampak pada kulit kepala, wajah, dan tubuh. Namun sebagian besar kasus ini tidak bersifat permanen. Rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah beberapa bulan berhenti menjalani kemoterapi.

Sobat dapat mencoba melakukan hal-hal berikut untuk mengatasi kerontokan pada rambut
 

 

  • Menggunakan shampo yang tepat
  • Hindari pemakaian bahan kimia pada rambut
  • Pemilihan makanan bernutrisi
  • Hindari menarik rambut terlalu keras saat mengikat/jepit rambut
  • Hindari stres berlebihan

Apabila kerontokan rambut yang Sobat alami dirasakan bertambah parah dan mengkhawatirkan sebaiknya diperiksakan ke dokter agar dapat dicari penyebabnya dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga jawaban ini dapat membantu Sobat.

#1
Hanya dokter yang dapat memposting jawaban.